Situs purbakala tersebut ditemukan di daerah konstruksi jalan tol Pandaan-Malang dan tertimbun sejauh 40 cm dari permukaan tanah.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 09 Maret 2019 - 11:41 WIB
WowKeren - Meski dianggap sebagai bagian dari masa lalu, sejarah tak bisa dilepaskan begitu saja dari kehidupan suatu bangsa. Ada banyak hal dari masa lampau yang bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk menyongsong masa depan.
Begitu juga dengan benda-benda peninggalan zaman purbakala. Penemuan situs maupun benda purbakala dapat digunakan untuk mempelajari peradaban manusia di masa lalu.
Belum lama ini ditemukan sebuah situs purbakala yang diduga peninggalan dari zaman Kerajaan Majapahit. Situs itu berada pada jalur pembangunan proyek jalan tol Malang, tepatnya di daerah Sekarpuro, Pakis.
Situs purbakala tersebut berupa bangunan berundak yang tersusun atas tumpukan batu bata berukuran besar. Sayangnya, sejumlah bagiannya telah rusak akibat aktivitas alat berat proyek jalan tol. Struktur bangunan itu tertimbun di tanah setebal 40 cm.
Kejadian ini membuat proyek konstruksi dihentikan untuk sementara. "Sementara, (pengerjaan proyek) di lokasi tersebut dihentikan sementara," kata Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang, Agus Purnomo, dilansir dari Kompas, Sabtu (9/3).
Agus mengatakan bahwa hingga saat ini masih belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan tol di jalur tersebut. Sebab, hal itu masih menunggu hasil kajian dari Balai Pelestarian. "Masih menunggu hasil kajian Balai Pelestarian," imbuh Agus.
Sementara itu, pihak Balai Pelestarian masih menunggu laporan dari lapangan. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, Andi Muhamad Said, mengatakan bahwa pihaknya memerlukan laporan lengkap untuk bisa membuat kajian yang akurat dan faktual.
"Kita tunggu laporan lapangan dulu," kata Muhamad. "Agar kita bisa bicara berdasar data yang faktual."
Ahli sejarah Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono mengatakan bahwa situs itu diperkirakan sudah ada sejak abad 10 hingga 15 yang lalu. Artinya, situs tersebut usianya mencapai 400 hingga 900 tahun.
"Kalau saya melihat lokasinya, struktur bangunan, dan juga letaknya yang dekat sungai," kata Dwi dilansir dari Kumparan, Sabtu (9/3). "Kemungkinan ini adalah perumahan jaman Majapahit. Mungkin sekitar abad 10 hingga abad 15."
Dwi menuturkan bahwa kemungkinan situs tersebut merupakan tempat kediaman petinggi kerajaan. Hal itu berdasarkan benda-benda yang ditemukan oleh warga seperti perhiasan emas dan cermin perunggu dengan ornamen.
"Seperti cermin dengan pegangan ornamen," jelas Dwi. "Kemungkinan di sini ini bukan pemukiman menengah ke bawah. Tapi mungkin kalangan atas."
(wk/zodi)