40 Kg Koin dan Emas Ditemukan di Lokasi Proyek Tol yang Diduga Situs Kerajaan Majapahit
Nasional

Ada warga yang menemukan emas berbentuk delapan penjuru mata angin di lokasi proyek jalan tol Malang-Pandaan, di Desa Sekarpuro, Pakis.

WowKeren - Situs purbakala yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Majapahit baru-baru ini ditemukan pada jalur proyek jalan tol Pandaan-Malang di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pengerjaan proyek jalan tol akhirnya dihentikan untuk sementara.

Di lokasi tersebut ditemukan bangunan berundak yang tersusun atas tumpukan batu bata berukuran besar. Selain itu, ada pula potongan keramik, potongan gerabah, peralatan perunggu kuno, hingga emas dan koin yang merupakan alat tukar.

Menurut Ketua RT 15 RW 8 Dusun Sekaran, Kelurahan Sekarpuro, Muhammad Arifin, situs tersebut telah ditemukan sejak lima bulan lalu. Penemuan terjadi kala alat berat telah mulai melakukan pengerukan di lokasi.

Arifin menjelaskan bahwa awalnya pekerja jalan tol menemukan ribuan keping koin yang terbungkus kotak perunggu. Warga pun lantas ikut mencari koin di lokasi tersebut.

"Pertama yang menemukan pekerja di sana," tutur Arifin, Minggu (10/3). "40 kilogram koin di dalam kotak."

Warga lantas menemukan potongan gerabah hingga keris. Selain itu, ada pula warga yang menemukan emas yang berbentuk delapan penjuru mata angin.


Menurut Arifin, awalnya emas tersebut terpendam di antara tanah yang dikeruk. Namun, ketika diambil, ia baru sadar bahwa benda tersebut merupakan emas. "Yang emas ini awalnya kelihatan sedikit. Terus saya ambil," jelas Arifin.

Ternyata, kadar emas tersebut sebanyak 90 persen setelah dicek dengan bobot 4,3 gram. Emas tersebut bahkan telah ditawar oleh seorang kolektor dengan harga Rp 4 juta. "Saya tidak ingin menjualnya," tegas Arifin.

Pasalnya, emas tersebut hendak diserahkan Arifin ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Meski demikian, Arifin memberi syarat ia harus mendapat ganti rugi dan diberi tahu di museum mana emas tersebut akan disimpan.

"Saya mau menyerahkan ke BPCB kalau ada ganti rugi yang sepadan," jelas Arifin. "Kalau mau ditaruh di museum, saya harus tahu museumnya."

Lokasi situs purbakala tersebut awalnya milik seorang warga setempat bernama Tamari yang menjual tanahnya ke pihak tol. Tamari mengaku bahwa sejak dulu memang banyak ditemukan koin di bekas tanahnya tersebut. Sebuah arca bahkan pernah ditemukan di kawasan tersebut.

"Kalau uang (koin) kayak gini sudah banyak," terang Tamari. "Tapi tidak digubris."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait