Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyebut bahwa terduga teroris JAD di Bekasi merupakan kelompok terstruktur yang bertujuan menyerang aparat kepolisian.
- Bertilia Puteri
- Senin, 06 Mei 2019 - 18:47 WIB
WowKeren - 8 terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. Penangkapan ini dilakukan di lokasi yang berbeda, yakni di Bitung, Tegal, dan Bekasi, pada Kamis (2/5), Sabtu (4/5), dan Minggu (5/5).
Menurut Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, terduga teroris yang ditangkap di Bekasi terafiliasi dengan jaringan ISIS. Dedi juga menyebut bahwa terduga teroris JAD di Bekasi merupakan kelompok terstruktur yang bertujuan menyerang aparat kepolisian yang sedang mengamankan Pemilu dan Pilpres 2019.
Tak hanya itu, kelompok teroris tersebut juga berencana menunggangi gerakan massa dalam Pemilu 2019, seperti aksi people power yang sempat diserukan sejumlah pihak, untuk melancarkan serangan. Kemungkinan lain adalah aksi teror tersebut akan dilakukan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil final Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang.
"Apabila ada kejadian semacam people power, dijadikan sarana bagi kelompok itu untuk langsung melaksanakan aksi terorismenya, aksi serangannya," jelas Dedi di Mabes Polri pada Senin (6/5). "Dan ini berbahaya."
Tak hanya itu, salah satu momentum yang juga ditunggu untuk ditunggangi para teroris tersebut adalah unjuk rasa di Ibu Kota yang berpotensi ricuh. Aksi teror yang akan dilakukan termasuk ledakan bom bunuh diri. Pasalnya, ujar Dedi, serangan tersebut dilakukan guna memicu kelompok lain melakukan serangan serupa.
"Ketika di Jakarta ada unjuk rasa mengarah pada tindakan anarkistis, ini merupakan momentum bagi yang bersangkutan untuk melakukan serangan aksi bom bunuh diri atau melakukan aksi terorisme," ungkap Dedi. "Dia (teroris) memanfaatkan momentum itu untuk membuat suatu kegaduhan yang lebih luas secara massif. Memancing dan memantik. Dengan adanya serangan itu, maka emosi masyarakat akan menjadi terpengaruh dan ini berbahaya."
Sebelumnya, Densus 88 menangkap 3 terduga teroris JAD di Bekasi pada Minggu (5/5). Salah satunya terpaksa ditembak mati lantaran melempar bom ke arah Densus 88.
"T (inisial terduga teroris) ini yang ditangkap oleh Densus melakukan perlawanan dengan melempar bom ini," tutur Dedi. "Sehingga, dilakukan tindakan yang melumpuhkan yang bersangkutan, yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak."
(wk/Bert)