Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa penutupan gerai ritel hanya terjadi pada segelintir perusahaan sehingga tak perlu disikapi berlebihan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 27 Juni 2019 - 11:01 WIB
WowKeren - Penutupan sejumlah gerai Giant milik PT HERO Supermarket yang ada di wilayah Jabodetabek membuat banyak karyawan mereka harus kehilangan pekerjaan. Tentu saja, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memiliki cara pandang lain. Rontoknya satu-persatu bisnis ritel menurutnya tak begitu memberikan dampak signifikan pada jumlah pengangguran.
Sebab, penutupan toko hanya terjadi pada segelintir perusahaan sehingga ia tak khawatir terhadap ancaman meningkatnya jumlah pengangguran. Menurutnya, angka PHK masih relatif terkendali. "Kan tidak akan sekaligus (semua ritel) rontok juga. Paling-paling merek tertentu yang kesulitan," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Rabu (26/6).
Sejumlah ritel memang terpaksa harus menutup toko mereka sebagai langkah melakukan efisiensi perusahaan. Penutupan permanen oleh sejumlah ritel, dikatakan Darmin tak serta merta menunjukkan kemunduran sektor tersebut.
Menurutnya, para karyawan yang di-PHK tersebut bisa bergabung ke sektor industri lain maupun mencari perusahaan ritel lainnya untuk bisa bekerja. Oleh sebab itu, meningkatnya angka pengangguran yang disebabkan oleh penutupan ritel sebaiknya tak disikapi secara berlebihan.
"Tidak begitu saja hilang, mesti ada yang naik di tempat lain," jelas Darmin. "Bisa tetap ritel juga, tetapi bisa yang lain juga."
Lebih jauh, ia meminta agar penutupan ritel tak diartikan sebagai penurunan daya beli masyarakat. Justru hal itu menunjukkan tingkat persaingan yang semakin ketat, baik persaingan secara offline maupun online. Sebab, tak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi daring memungkinkan aktivitas belanja bisa dilakukan secara online.
Secara keseluruhan, Darmin menilai bahwa persaingan antara toko ritel masih dalam taraf yang sehat. Sebab, alasan penutupan toko ritel masih karena ketidakmampuan bersaing.
Hal senada sebelumnya sempat diutarakan oleh Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta. Penutupan sejumlah gerai Giant tak seharusnya diartikan bahwa perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. Melainkan, lebih kepada bagaimana perusahaan tersebut melakukan efisiensi secara operasional.
(wk/zodi)