Warga Malaysia yang Rampok 6 Kg Emas di Tangerang Rupanya Belajar Dari YouTube
Nasional

Kedua tersangka pelaku perampokan toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil diringkus di Malaysia pada 5 Juli 2019 kemarin. Salah satu di antaranya merupakan seorang residivis.

WowKeren - Pelaku perampokan toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Juni 2019 lalu rupanya warga negara Malaysia. Pelaku sudah ditangkap polisi Malaysia di negara asalnya.

"Jajaran Polda Banten bekerjasama dengan Polis Diraja Malaysia berhasil menangkap diduga pelaku pencurian toko emas di Balaraja Tangerang," terang Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Tomsi Tohir, dilansir Antara, Rabu (10/7). "Ditangkap di Malaysia."


Kedua tersangka perampokan tersebut berhasil diringkus pada Jumat (5/7) pekan lalu. Salah satu pelaku merupakan seorang residivis berinisial MNI, sedangkan pelaku satunya merupakan seorang pemula berinisial MNFR.

Sebelumnya, MNI pernah melakukan tindakan serupa di Kuala Lumpur, Malaysia. "Kemudian menjalani penjara dan bebas pada 3 Juni 2019, seminggu kemudian ke Indonesia," jelas Kapolresta Kota Tangerang, Kombes Sabilul Alif, dalam keterangannya pada Kamis (11/7).

Sementara itu, MNFR sendiri berasal dari keluarga yang berkecukupan. Sabilul menjelaskan bahwa MNFR ijin pergi bekerja ke Jepang pada orangtuanya. MNFR lantas diberi biaya RM 10 ribu atau sekitar Rp 30 juta oleh orangtuanya.

Meski demikian, MNFR menilai uang tersebut tidaklah cukup, oleh sebab itu ia merencanakan perampokan toko emas. "Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ihwal perampokan toko emas melalui video di kanal YouTube," tutur Sabilul.

MNFR menceritakan rencananya pada temannya yang berinisial M. Ia pun lantas dikenalkan pada MNI yang nantinya menjadi rekan perampokan.

Berdasarkan keterangan para tersangka, MNFR merampok di Indonesia lantaran hobi travelling dan pernah ke Tanah Air pada 2013 dan 2015. Sementara itu, MNI baru pertama kali datang ke Indonesia.

"MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia, dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan," jelas Sabilul. "Adapun motifnya karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang."

Di sisi lain, aksi perampokan MNI dan MNFR tersebut terjadi pada siang hari saat suasana ramai. Saksi mata mengaku perampokan terjadi hanya dalam hitungan detik. Keduanya langsung menjarah sekitar 6 kilogram emas atau senilai Rp 1,6 miliar dan kabur menggunakan mobil.

You can share this post!

Related Posts
Loading...