Namanya Viral di Medsos, Kepala Kemenag Gresik Markus Tegaskan Dirinya Seorang Muslim
Twitter
Nasional

Kepala Kementerian Agama Gresik, Markus, dituding sebagai seorang non-muslim karena namanya. Markus juga sempat mendapat karangan bunga dari seorang Pendeta yang menjadi viral di media sosial.

WowKeren - Nama Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Markus, menjadi viral di media sosial. Markus dituding sebagai seorang non-muslim yang memimpin sebuah Kemenag di daerah.

Kabar viral tersebut telah dibantah oleh Kemenag Jatim. Markus sendiri sempat kaget namanya viral di media sosial.


Markus yang baru saja dilantik pada Jumat (5/7) pekan lalu tersebut mengaku baru tahu soal namanya menjadi viral pada Senin (8/7) kemarin. Markus baru menyadari namanya ramai diperbincangkan usai mendapat kiriman bunga dari pihak yang mengatasnamakan seorang pendeta di Kantor Kemenag Gresik.

"Saya tahunya ketika masuk kantor hari Senin (8/7) itu," tutur Markus dilansir detikcom pada Kamis (11/7). "Ada yang mengirimi karangan bunga."

Markus juga mengaku tidak mengenal secara pribadi pengirim karangan bunga tersebut. Ia hanya tahu bahwa sang pengirim berasal dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik.

"Secara pribadi saya tidak kenal. Cuma informasi dari teman-teman kantor, jika beliau adalah pengurus FKUB, dan itu sesungguhnya adalah niat baik," ungkap Markus. "Karena sesungguhnya Kantor Kementerian Agama adalah kementerian semua agama, tidak hanya kementerian agama Islam, ini yang patut dipahami. Jadi kita harus mengayomi, menjaga teman-teman yang di luar agama Islam

Selain itu, Markus pun meminta agar persoalan namanya tidak dibesar-besarkan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya adalah seorang Muslim.

"Jadi tidak usah dibesar-besarkan. Cukup lah itu, yang penting masyarakat sudah tahu saya sesungguhnya seorang Muslim," tutur Markus. "Kepala Kantor Kemenag adalah seorang Muslim."

Markus juga merasa prihatin namanya bisa dijadikan sebuah isu dan viral karena dianggap sebagai seorang non-muslim. "Saya prihatin hal-hal ini semakin di-move dan diviralkan. Saya khawatir mengganggu psikologi masyarakat, dalam rangka ke tahap aman, nyaman, dan damai," jelas Markus.

Ia pun menyebut bahwa seseorang seharusnya bertabayyun terlebih dahulu sebelum menyebarkan sesuatu di media sosial. "Dari awal kalau memang masyarakat bertanya begitu, jangan langsung diekspos dan di-upload begitu. Mestinya tabayyun ke saya. 'Bapak kok diberikan karangan bunga oleh seorang pendeta?' Kan bisa jadi ditanya ke saya dulu, baru kemudian diupload. Tapi ini kan tidak ada apa-apa langsung mempersepsikan sendiri," pungkas Markus.

You can share this post!

Related Posts
Loading...