Bicara Soal Pulau Reklamasi, Ahok 'Takut' Dikira Anies Baswedan Sedang Kampanye
Instagram/basukibtp
Nasional

Dalam vlog yang dibagikan ke kanal YouTube 'Panggil Saya BTP' pada Minggu (21/7), Ahok menjawab pertanyaan mengenai rencananya ke depan dan sempat membahas soal pulau reklamasi.

WowKeren - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kini kerap mengunggah vlog ke kanal YouTube pribadinya, "Panggil Saya BTP". Baru-baru ini, Ahok menjawab pertanyaan mengenai rencana ke depan yang akan ia ambil lewat salah satu vlognya.

Dalam vlog yang diunggah pada Minggu (21/7), Ahok sempat berbicara soal pulau reklamasi. Namun, di tengah-tengah penjelasannya, Ahok berkelakar dirinya khawatir disangka Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melakukan kampanye.


"Saya banyak cerita tuh sudah lupa, kelamaan dikurung soalnya. Termasuk soal program reklamasi kan. Kalau enggak minta 5 plus-plusnya untuk bangun, duit dari mana? Ujung-ujung bayar lagi. Tapi begitu itu dibangun, misalnya contoh kelas menengah suami istri," tutur Ahok kepada hadirin acara tersebut. Ahok lantas menghentikan penjelasannya sambil tertawa. "Nanti dikira Anies, gue mau kampanye jadi gubernur lagi," ujarnya.

Salah satu hadirin acara tersebut pun memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. "Enggak, enggak. (Acara tersebut) Tertutup," ujar salah satu hadirin.

Mendengar hal itu, Ahok pun melanjutkan penjelasannya. Ahok mengaku dalam pemikirannya saat itu, pasangan muda membutuhkan tempat tinggal dengan harga terjangkau dan dekat dengan tempat kerja. Oleh sebab itu, Ahok ingin memberi hunian terjangkau tersebut di pulau reklamasi.

"Saya mikirnya sederhana saja, anak-anak muda yang baru menikah, anak-anak milenial kan sudah beda cara berpikirnya," jelas Ahok. "Mereka enggak butuh rumah gede, mereka kadang-kadang lebih suka sewa, yang penting kerja dekat rumah."

Ahok menilai bahwa tidak ada pengembang apartemen yang akan memberikan harga terjangkau di DKI Jakarta. Namun apabila didirikan di pulau reklamasi, maka harga sewa apartemen dapat ditekan rendah lantaran dibangun di tanah pemerintah.

"Nah jadi kalau ada pulau, dibangunin apartemen. Kalau pemerintah bisa (menyewakan murah), orang tanahnya dikasih kok, bangunnya dikasih. Jadi itu enggak ada sewa, uang servis saja. Rp 2 sampai Rp 3 juta satu apartemen per bulan," jelas Ahok. "Banyak anak muda kerja, tinggal di situ. Sehingga ini akan mengurangi lalu lintas banget, karena sudah tinggal di pulau. Bayangin ada 17 pulau, semua orang mesti naik kendaraan ke sana, macet. Itu cerita dulu sebelum masuk Mako Brimob."

You can share this post!

Related Posts
Loading...