Waspadai 7 Bahaya Kelebihan Asupan Protein Hewani Ini Bakal Mengintai Kalian Yang Hobi Makan Daging
Health

Nyatanya, Kelebihan protein juga enggak baik bagi tubuh. Oleh karena itu, jumlah asupan protein yang disarankan setiap harinya berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin.

WowKeren - Setiap sel dan organ dalam tubuh pasti membutuhkan protein. Pasalnya protein merupakan salah satu nutrisi terpenting yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi, membantu meningkatkan massa otot, produksi hormon, serta membangun, memelihara, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak.

Namun, bukan berarti kalian boleh terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung protein ya. Nyatanya, Kelebihan protein juga enggak baik bagi tubuh. Oleh karena itu, jumlah asupan protein yang disarankan setiap harinya berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin.


Balita disarankan untuk mengkonsumsi protein sebanyak 14-19 gram perharinya. Pria dewasa berusia 19-50 tahun disarankan mengkonsumsi 55,5 gram protein setiap hari, sedangkan wanita dewasa sebanyak 45 gram.

Asupan protein yang dibutuhkan per hari ini bisa lebih tinggi tergantung aktivitas fisik dan kondisi kesehatan. Pekerja berat, atlet, orang yang sedang pulih dari luka, dan lansia memerlukan protein lebih tinggi. Namun kelebihan protein juga tidak baik bagi tubuh. Penasaran apa saja bahaya kelebihan protein bagi tubuh? Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Hati-hati Banyak Konsumsi Protein Hewani Dapat Merusak Ginjal


Hati-hati Banyak Konsumsi Protein Hewani Dapat Merusak Ginjal

Ginjal adalah organ pertama yang memecah protein menjadi zat-zat lain. Kehadiran protein yang terlalu tinggi akan menyebabkan ginjal terbebani dan tidak efisien. Akibatnya akan terbentuk plug atau karang di bagian dalam ginjal. Karena ginjal juga merupakan tempat produksi urine maka saluran uretra dan ureter serta kandung kemih dan prostat akan terganggu.

Beberapa gejala yang muncul akibat dari masalah ini adalah gangguan saat buang air kecil, misalnya sering kencing, tidak tahan untuk membuang air kecil dan mengompol. Jika masalah prostat terganggu disertai dengan kelemahan kelenjar adrenal, maka akan terjadi masalah kencing yang terlalu sering atau malah susah kencing.

2. Banyak Asupan Protein Hewani Juga Bisa Sebabkan Keracunan Loh


Banyak Asupan Protein Hewani Juga Bisa Sebabkan Keracunan Loh

Terlalu banyak protein dapat berubah menjadi racun dalam tubuh, terutama bagi orang-orang yang menjalani diet tinggi protein yang perlu mendapatkan pengawasan khusus. Keracunan protein adalah kondisi di mana tubuh kelebihan protein, tapi tidak ada cukup lemak dan karbohidrat untuk jangka waktu yang lama. Kondisi ini disebut juga dengan “kelaparan kelinci” atau mal de caribou.

Protein terdiri dari asam amino yang akan dimetabolisme oleh hati dan ginjal. Proses metabolisme protein adalah proses pemecahan protein yang digunakan untuk menggantikan protein yang ada dalam tubuh. Bila protein berlebihan, tubuh akan mengalami peningkatan kadar amonia, urea, dan asam amino yang kemudian menjadi racun dalam darah. Meski tergolong jarang, keracunan protein ini bisa berakibat fatal loh.

3. Kelebihan Berat Badan Juga Bisa Terjadi Ketika Kalian Kelebihan Konsumsi Protein Hewani


Kelebihan Berat Badan Juga Bisa Terjadi Ketika Kalian Kelebihan Konsumsi Protein Hewani

Mendapat banyak asupan protein dengan jumlah besar dapat menjadi baik dan juga sebaliknya. Jika kalian bertujuan ingin membentuk otot dan menaikkan berat badan, maka peningkatan asupan protein bisa membantu. Sebaliknya jika kalian ingin menurunkan berat badan, ada baiknya mengurangi program diet yang mengkonsumsi protein dengan jumlah yang tinggi.

Selain itu, dengan mengkonsumsi sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi enggak hanya berat badan yang naik, tapi risiko kolesterol dan darah tinggi pun ikut-ikutan naik. Kolesterol dapat menyebabkan terjadinya pengerasan arteri sehingga meningkatkan resiko gangguan jantung.

4. Salah Satu Efek Samping Terlalu Banyak Asupan Protein Hewani Adalah Osteoporosis


Salah Satu Efek Samping Terlalu Banyak Asupan Protein Hewani Adalah Osteoporosis

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American of Clincal Nutrition diketahui jika konsumsi protein terlalu banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini karena asam yang dilepaskan setiap kali kalian konsumsi protein sulit dicerna tanpa kalsium.

Akibatnya, kalsium yang seharusnya untuk memperkuat tulang menjadi berkurang karena mencerna asam dari protein yang melimpah. Dalam banyak penelitian disebutkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan memiliki tulang lebih lemah.

5. Dehidrasi Akibat Kebanyakan Asupan Protein Juga Bisa Menghantui Kalian


Dehidrasi Akibat Kebanyakan Asupan Protein Juga Bisa Menghantui Kalian

Dehidrasi dapat menjadi salah satu gangguan kesehatan yang berat bagi orang-orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein. Hal ini karena bila ginjal kalian menjalani proses pengelolaan racun, salah satu produk yang dilepaskan adalah nitrogen urea darah. Akibatnya, tubuh kalian harus menggunakan lebih banyak air untuk membersihkan zat berbahaya tersebut.

Bahaya kelebihan protein juga bakal menyebabkan tubuh melakukan kerja yang lebih berat terutama untuk proses pembangunan jaringan tubuh. Nah hal inilah yang menjadikan konsumsi protein akan membuat tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Konsumsi protein tinggi tanpa disertai asupan jumlah air mineral yang seimbang akan menyebabkan tubuh dehidrasi yang parah loh. Simak juga waktu yang tepat untuk minum air putih di sini.

6. Banyak Konsumsi Protein Hewani Juga Bisa Mengurangi Proses Ketosis


Banyak Konsumsi Protein Hewani Juga Bisa Mengurangi Proses Ketosis

Ketosis adalah kondisi di mana liver memproduksi keton untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Mengkonsumsi protein berlebih, apalagi jika disertai dengan pembatasan karbohidrat, dapat menyebabkan penumpukan keton hingga membahayakan ginjal.

Ketosis terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. Jika ketosis berkurang, bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah, otot berkembang tapi tidak berfungsi dengan baik dan berbagai masalah kekebalan tubuh lainnya. Intip juga kesalahan saat menjalani diet ketogenik di sini.

7. Waspada Juga Jika Kebanyakan Protein Hewani Bisa Merangsang Timbulnya Jerawat


Waspada Juga Jika Kebanyakan Protein Hewani Bisa Merangsang Timbulnya Jerawat

Jerawat terbentuk di dalam liang roma di bawah kulit. Kulit sebenarnya bisa mengontrol produksi kelembaban dan minyak. Namun, empedu yang lemah akan menyebabkan kulit gagal mengontrol kelembaban dan produksi minyak. Akibatnya ketika liang roma atau lubang pori-pori macet karena debu dan kotoran.

Kalau sudah begitu, reproduksi bakteri terjadi lebih banyak dan sistem limpa akan mengalirkan sejumlah protein untuk mengawalnya. Tetapi kandungan protein yang berlebihan malah akan membuat proses stabilisasi tidak terjadi dengan baik. Bakteri jadi makin terus bereproduksi hingga menyebabkan protein akan ditambahkan di bawah kulit. Akibatnya terbentuklah jerawat yang besar.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait