Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Kiai Maimun Zubair alias Mbah Moen, dikabarkan meninggal pada Selasa (6/8) sekitar pukul 04.17 waktu setempat usai salat subuh.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 06 Agustus 2019 - 12:32 WIB
WowKeren - KH Maimun Zubair tutup usia saat menjalankan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa (6/8). Mbah Moen dikabarkan meninggal sekitar pukul 04.17 waktu setempat di Rumah Sakit Ann Nur, Mekkah, usai salat subuh.
Namun, Mbah Moen rupanya masih sehat 2 hari sebelumnya. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, tersebut bahkan sempat menerima tamu tamu Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia, Agus Maftuh Abegebriel, pada malam sebelum dirinya wafat.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani. "Beliau tidak sakit, sampai tadi malam masih terima tamu di Makkah," ungkap Arsul pada Selasa (6/8).
Tak hanya Agus, Mbah Moen juga sempat bertemu dengan sejumlah tokoh sebelum tutup usia. Salah satu di antaranya adalah Presiden terpilih Joko Widodo.
Diketahui, Jokowi menyempatkan diri untuk bertemu dengan Mbah Moen di Hotel Fairmont Jakarta kala ia masih menjadi Calon Presiden pada April 2019 lalu. Kala tengah bercakap-cakap, Mbah Moen memberi sebuah kain syal berwarna hijau yang dikalungkannya ke leher Jokowi.
Selain Jokowi, Mbah Moen juga sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Mbah Moen bersama putranya yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengunjungi kediaman Megawati pada 27 Juli 2019 lalu.
Ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menghabiskan waktu sekitar 2 jam di kediaman Megawati. Rupanya, Mbah Moen hendak mengabarkan pada Megawati bahwa dirinya akan berangkat haji pada 28 Juli 2019.
Wasekjen PDIP, Eriko Sotarduga, menjelaskan bahwa pertemuan Mbah Moen dan Megawati murni silaturahmi dalam suasana kekeluargaan. Ia juga mengaskan bahwa pertemuan tersebut tak ada kaitannya dengan politik.
"Hanya silaturahmi dan pamitan karena mau naik haji hari Minggu ke Tanah Suci. Itulah namanya persaudaraan yang hangat di antara beliau berdua," ungkap Eriko dilansir Liputan6.com. "Ibu Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas sebagai Presiden ke lima RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan terus membangun dialog tidak hanya dengan Partai, tokoh-tokoh agama, sejarawan, budayawan, namun juga tokoh-tokoh ternama di manca negara."
(wk/Bert)