Tak Ingin Kalah dengan KAI, Kementerian ESDM Pindahkan Sistem Perizinan ke Online
Nasional

Selama ini, proses perizinan yang berbelit-belit banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha. Lambatnya proses perizinan berimbas pada terhambatnya penciptaan lapangan kerja.

WowKeren - Pemerintah terus mengupayakan berbagai cara untuk memudahkan para pelaku usaha dalam memperoleh perizinan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia telah meluncurkan aplikasi perizinan berbasis online.

Selama ini, proses perizinan yang berbelit-belit banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha. Dengan adanya sistem perizinan berbasis online, mereka bisa lebih mudah mengurus perizinan. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk melaksanakan tata kelola layanan investasi yang baik.

Menteri ESDM Ignasius Jonan ingin agar hal itu diwujudkan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informatika yang ada. Tak hanya itu, komitmen ini juga perlu didukung dengan kesungguhan para petugas terkait.

"Kita maunya menggunakan teknologi informatika untuk pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik," kata Jonan dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (7/8). "Satu lagi yang penting, untuk lebih baik itu diiringi dengan kesungguhan bekerja sesuai tupoksi masing-masing."


Jonan menambahkan bahwa jika pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan yang optimal maka hal itu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional atau Gross Domestic Product (GDP). Jika pertumbuhan GDP melambat akan berimbas pada penyediaan lapangan kerja yang tak kunjung terwujud.

"Kalau pelayanan kita terhadap masyarakat tidak cepat pertumbuhan GDP-nya akan melambat," jelas Jonan. "Kalau melambat, penciptaan lapangan kerja terhambat, karena setiap tahun ada sekitar 2 juta orang pencari kerja."

Jonan menilai bahwa sistem teknologi informasi yang ada di Kementerian ESDM masih jauh tertinggal dari yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk itu, ia ingin agar sistem pelayanan berbasis online itu dikebut secepat mungkin, jika perlu sebelum masa jabatannya berakhir.

"Pokoknya saya mau sistem online untuk pelayanan perizinan di ESDM selesai sebelum saya selesai," tegas Jonan. "Karena sistem IT di sini kok enggak update. Targetnya memang 2020 tapi bisa diselesaikan Oktober tahun ini."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait