Bengkulu merupakan provinsi yang sering dilanda gempa. Oleh karena itu BMKG akan membangun 5 Shelter InaTEWS dan memasang CCTV agar selalu siap dalam memantau gejala bencana alam.
- Wahyu
- Rabu, 07 Agustus 2019 - 15:11 WIB
WowKeren - Provinsi Bengkulu kerap dilanda banyak gempa besar dengan kedalaman dangkal maupun sedang. Daerah yang memiliki 10 kabupaten/kota ini didominasi gempa dengan mekanisme sesar naik. Khusus Bengkulu, terdapat dua segmen yang menjadi generator utama gempa yaitu Megathrust Mentawai-Pagai dan megathrust Enggano.
Ancaman gempa di daerah yang berbatasan langsung dengan samudera hindia ini yang membuat BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu akan membangun lima shelter penjaringan perapatan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
Shelter InaTEWS tersebut akan di bangun di empat daerah di provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia". Seperti di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma dan Kabupaten Kaur. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, Litman mengatakan jika shelter InaTEWS tersebut akan dilengkapi seismograf atau alat untuk mengukur gempa atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi.
"Pembangunan shelter InaTEWS di Bengkulu akan di bangunan tahun ini (2019). Saat ini sedang dalam proses. Ditargetkan pada November 2019, bangunan serta perlengkapan dan peralatan sudah siap," kata Litman, saat ditemui Selasa (6/8).
Tidak hanya shelter, BMKG juga akan memasang satu unit kamera CCTV pemantau gelombang tsunami di kabupaten Mukomuko. Alat seismograf maupun CCTV yang terpasang tersebut akan terkoneksi dengan BMKG Pusat.
Hal tersebut untuk mengetahui secara langsung ketika gempa yang berdampak tsunami melanda di wilayah Mukomuko. "Satu CCTV dipasang di daerah Mukomuko. CCTV itu untuk memantau ketika gempa berpotensi tsunami terjadi di Mukomuko," ujar Litman.
Ancaman bencana alam seperti gempa bumi dan juga tsunami telah menjadi perhatian pemprov Bengkulu. Sekretaris daerah Bengkulu Nopian Anandusti mengatakan dalam kesiap-siagaan bencana tersebut pihaknya telah menyiapkan kebutuhan logistik di gudang ketika terjadi bencana.
Selain itu, lampu emergency serta kebutuhan lainnya juga sudah dipersiapkan di BPBD Provinsi Bengkulu. Tidak hanya itu, dari Pemprov sendiri terus berupaya dalam mengedukasi kepada masyarakat apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bencana lainnya.
(wk/wahy)