Habib Rizieq Ternyata Diminta Pimpin Doa Oleh Keluarga Mbah Moen
Nasional

Menurut putra Mbah Moen, Gus Wafi' Maimun, kedatangan Habib Rizieq ke pemakaman sang ayah merupakan permintaan pihak keluarga. Ia juga diminta untuk memimpin doa di pemakaman Mbah Moen.

WowKeren - Kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ke pemakaman KH Maimun Zubair alias Mbah Moen sempat menuai polemik. Hal ini lantas ditanggapi oleh salah satu putra Mbah Moen, Gus Wafi' Maimun.

Menurut Gus Wafi', kedatangan Habib Rizieq ke pemakaman sang ayah merupakan permintaan pihak keluarga. Habib Rizieq juga diminta untuk menjadi Imam salat dan memimpin doa di pemakaman Mbah Moen.

"Kedatangan HRS (Habib Rizieq Shihab) memang atas permintaan keluarga Mbah Moen, yakni Gus Najih," tutur Gus Wafi' dilansir detikcom pada Jumat (9/8). "HRS juga diminta menjadi imam sholat dan doa di pemakaman Mbah Moen."

Tak hanya itu, Gus Wafi' juga menilai seharusnya tak ada yang meributkan soal pihak yang bertaziah ke pemakaman Mbah Moen. Pasalnya, takziah adalah hal yang baik. "Takziah merupakan hal baik, rasa kemanusiaan, seharusnya tidak perlu diributkan," ujar Gus Wafi'.


Selain itu, Gus Wafi' juga menyampaikan hal serupa lewat status WhatsApp. Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada Habib Rizieq serta menantunya, Habib Hanif al Atthas.

"Saya al-Faqir Wafi bin Maimoen Zubari mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsira Jazakumullah Ahsanal Jaza', ucapan terimakasih yang sangat tinggi kepada Habib Hanif al Atthas dan Habib Mummad Rizieq Syihab yang telah memimpin pembacaan Talqin dan Do'a untuk abah kami, Al maghfurlahu KH. Maimoen Zubair atas permintaan kakak kami, KH. M. Najih Maimoen," tulis Gus Wafi' yang dikenal sebagai pendukung Prabowo Subianto tersebut. "Semoga beliau dijaga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan bisa istiqamah untuk meneruskan perjuangan datuknya. Amiin. Wassalmu'alaikum War. Wab."

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyebut bahwa Habib Rizieq melakukan penyerobotan doa. Agus Maftuh pun menyayangkan aksi Habib Rizieq tersebut dan menyebut tindakannya sangat tidak etis. Agus Maftuh sendiri sebenarnya tidak mempersoalkan ada orang berdoa di makam Mbah Moen, namun ada budaya di NU yang harus dihormati semua pihak.

"Dalam tradisi NU, ulama kalau disuruh berdoa masih memakai budaya ewuh-pekewuh, yang senior biasanya yang didorong untuk berdoa dan kiai-kiai yang junior mendampingi," pungkas Agus Maftuh. "Lha ini kok ada yang main serobot doa tanpa izin shahibul bait yang punya tanggung jawab mulai proses perizinan sampai pemakaman seorang yang sangat dihormati oleh Umat Islam di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama. Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait