Polisi Ajukan Pencekalan 6 Wakil Ormas Terkait Kasus Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua
Nasional

Kepala Polda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, mengaku telah mengajukan pencekalan keenam orang yang masih berstatus saksi tersebut ke pihak imigrasi.

WowKeren - Kasus pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jakan Kalasan, Surabaya, pada Jumat (16/8) lalu berbuntut panjang. Tindakan rasisme yang diduga terjadi dalam aksi pengepungan tersebut memicu sejumlah kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Pihak kepolisian pun telah menetapkan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pengepungan asrama Papua, yakni Tri Susanti alias Susi, sebagai tersangka dan mencekalnya. Selain itu, Polda Jawa Timur kini juga mengajukan pencekalan terhadap 6 orang lainnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku telah mengajukan pencekalan keenam orang yang masih berstatus saksi tersebut ke pihak imigrasi. "Ada enam orang sudah kami (ajukan) juga untuk imigrasi pencekalan," terang Luki di Mapolda Jatim pada Kamis (29/8).

Meski demikian, Luki tak mau mengungkap identitas keenam orang tersebut. Ia menegaskan penyidik akan kembali memeriksa dan mendalami keterangan 6 orang itu.

"Enam orang kami cekal di imigrasi," jelas Luki. "Untuk mempermudah proses kepentingan penyidikan."


Apabila ditambah dengan Susi yang telah berstatus tersangka, maka polisi telah mengajukan pencekalan 7 orang. Hal ini dilakukan demi mendapatkan bukti dalam pengusutan kasus ini.

"Ada enam dari tujuh orang yang saya sampaikan ini enam orang sudah kita ajukan pencekalan," jelas Luki. "Dari situlah kita buat dapatkan bukti dan saksi-saksi yang akan kami periksa."

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Tjejep Susatya. Menurut Tjejep, 6 orang tersebut adalah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) yang diduga terlibat dalam aksi pengepungan asrama Papua.

"Perwakilan (ormas)," pungkas Tjejep. "Iya nanti saya sampaikan."

Di sisi lain, penyelidikan pun dilakukan oleh Pomdam V/Brawijaya, Jatim terhadap anggota TNI yang diduga terlibat dalam insiden rasisme kepada mahasiswa Papua malam itu. Lima anggota TNI, termasuk Danramil 0831/02 Tambaksari, bahkan mendapat sanksi skors dari kesatuan demi memperlancar proses penyelidikan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait