Ini Alasan Nadiem Makarim Minta Waktu 100 Hari Ke Jokowi
Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan alasan sebenarnya mengapa ia meminta waktu hingga 100 hari ke Presiden Joko Widodo.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan alasannya mengapa ia meminta waktu terlebih dahulu kepada Presiden Joko Widodo dalam melaksanakan tugasnya. Mendikbud Nadiem telah meminta waktu selama 100 hari kepada Jokowi.

Menurut pengakuan Nadiem, ia meminta waktu hingga 100 hari untuk melakukan perancangan program kerja. Nadiem mengaku dengan waktu tersebut, dirinya dapat menyusun program kerja tepatnya bagi pendidikan dengan matang.


"Iya 100 hari itu untuk menyusun, untuk mendengar, untuk belajar dan menyusun rancangan program. Itu maksudnya," kata Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (6/11). "Jadi kita tidak bisa terlalu terburu-buru untuk melakukan itu."

Tak hanya itu, Nadiem rupanya juga telah menyiapkan beberapa hal bersama jajaran Kemendikbud. Oleh sebab itu, Nadiem meminta agar masyarakat bersabar dalam menanti program miliknya tersebut hingga dirilis.

"Ya mohon kesabarannya untuk menunggu rancangannya," ujar pria lulusan Universitas Harvard ini. "100 hari untuk mendengar, belajar dan merancang."

Sebelumnya Presiden Jokowi telah menyetujui untuk memberikan 100 hari kepada Nadiem agar segera merancang sistem pendidikan berbasis aplikasi. Jokowi sendiri menyetujui lantaran ia mengerti untuk menciptakan sebuah aplikasi apalagi yang menyangkut pendidikan banyak anak-anak Indonesia pastinya tidak mudah dan butuh waktu lama.

"Mas Menteri mengatakan 'Beri waktu saya Pak 100 hari untuk menyiapkan dan merancang itu'," kata Jokowi saat berbincang bersama wartawan di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (1/11) lalu. "Dari apa yang disampaikan Mas Menteri ke saya, saya meyakini beliau bisa melakukan itu."

Saat ini Indonesia sebagai sebuah negara besar memiliki kesenjangan kualitas pendidikan di setiap wilayahnya. Selain itu, dalam hal manajemen pendidikan mengalami kesulitan karena tidak mudah untuk mengelola 3,5 juta guru, 300 ribu sekolah, dan 50 juta pelajar Indonesia.

Maka untuk mengatasi ini diperlukan untuk membuat sebuah standardisasi yang bisa diikuti semua sekolah. Hal inilah yang membuat Jokowi berani mempercayakan kursi Mendikbud ke Nadiem dimana sebelumnya ia telah sukses mendirikan Go-Jek yakni perusahaan berbasis teknologi yang telah menyandang status decacorn.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts