Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan pendapatnya soal 'virus discontent'. Menurutnya 'virus' yang sudah menyerang ke sejumlah negara itu berbahaya. Karenanya ia meminta agar masyarakat waspada.
- Nidya Putri
- Jumat, 08 November 2019 - 15:41 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri seminar Sekolah Peserta Sespimti Polri Dikreg ke-28 Tahun 2019, di The Tribrata, Jakarta, Jumat (8/11). Dalam acara tersebut, ia turut memberikan sambutannya.
Dalam sambutannya itu, Ma'ruf memperingatkan terkait virus discontent arau ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah. Pasalnya "virus" ini telah menyerang sejumlah negara di belahan dunia seperti Hong Kong, Chile, dan Lebanon.
Wapres Ma'ruf pun mengatakan jika dirinya tak ingin Indonesia terdampak virus tersebut karena bisa memicu ketidakstabilan suatu negara. Pasalnya, meskipun sejumlah kepala negara memundurkan diri tapi permasalahan tetap tak bisa terselesaikan.
"Pentingnya kita mewaspadai dan mengantisipasi timbulnya virus discontent, virus ketidakpuasan masyarakat yang bisa memicu keadaan tidak stabil," ujar Ma'ruf saat memberi sambutan, Jumat (8/11).
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan jika gejolak yang terjadi di Chile terjadi karena dipicu oleh kenaikan biaya transportasi umum. Padahal pemerintah telah berupaya untuk meredamnya dengan merombak kabinet yang sayangnya tak berhasil.
Ia juga menyebut soal konflik yang terjadi di Hong Kong. "Begitu juga di Hong Kong, sumbernya soal HAM, masalah ekstradisi dan sampai sekarang sudah lebih dari satu bulan demonstrasinya terus berlanjut dan ekonominya lumpuh," paparnya.
Sementara itu, ketidakpuasan masyarakat yang terjadi di Lebanon berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Saad Hariri. Namun keputusan tersebut rupanya tak menyelesaikan persoalan di Lebanon sama sekali.
"Karena itu masalah virus discontent harus diwaspadai, diantisipasi, supaya tidak terjadi seperti di Chile, Hong Kong, maupun Lebanon, sehingga kita bisa menjaga stabilitas bangsa dan negara," tutupnya. "Mudah-mudahan bisa mencapai Indonesia maju."
(wk/nidy)