Seperti Panda Tiongkok, Komodo Bakal Disewakan?
Nasional

Kementerian Keuangan menilai bahwa Indonesia bisa mengikuti langkah Tiongkok untuk menyewakan satwa langka. Diketahui, Tiongkok telah menjalankan praktik menyewakan panda.

WowKeren - Pemerintah melihat potensi untuk menyewakan komodo ke negara-negara lain. Praktik menyewakan satwa langka ini sudah dilakukan oleh Tiongkok.

Direktur Penilaian Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kurniawan Nizar mengatakan bahwa Indonesia bisa menyewakan komodo seperti Tiongkok menyewakan panda. Ia menyebutkan bahwa panda Tiongkok disewakan dengan harga 1 juta dolar.


"Ini rent capture sekali lagi saya garis bawahi itu kita mencoba melihat praktik-praktik yang pernah ada katakanlah kalau panda di China," kata Nizar di Jakarta Pusat, Jumat (8/11). "Di mana panda itu menyewakan sampai US$ 1 juta ada negara yang mau menyewakan."

Nizar menuturkan bahwa untuk besarnya penghitungan harga sewa, Indonesia bisa mencontoh Tiongkok. Sebab faktanya, memang ada negara yang tidak memiliki satwa langka tertentu. Hal itu mengingat persebaran satwa langka tidak merata di seluruh dunia sehingga memungkinkan negara satu dengan yang lainnya untuk bekerja sama.

"Teknik-teknik perhitungan bisa mencontoh model panda tadi," jelas Nizar. "Kan kita belajar lagi di China, faktanya ada, negara lain yang mau nyewa juga."

Sementara itu terkait penghitungan harga komodo, hal itu akan dihitung berdasarkan pengadaan plus nilai intrinsik. Sebab, komodo tidak bisa didekati dengan harga pasar mengingat tidak ada jual beli komodo.

"Karena komodo ini tidak bisa didekati biaya pasar, dalam artian nggak ada pasar jual komodo, kalau jual komodo berarti ilegal," kata Kasubdit Standardisasi Penilaian Bisnis dan SDA Nafiantoro Agus Setiawan. "Dan nggak boleh dijadikan pembanding, nah itu namanya biaya pengadaan dengan binatang sejenis komodo."

Pengadaan sendiri merupakan biaya yang dikeluarkan untuk merawat komodo dari kecil hingga besar. Pengadaan itu nantinya juga akan disesuaikan dengan faktor kelangkaan satwa tersebut di suatu negara."

"Nanti di akhir ada namanya intrinsik value yang memang karena kelangkaan di suatu negara menjadi faktor untuk meng-adjust pengadaan dari kecil dipelihara sampai dewasa," jelas Agus. "Kemudian intrinsik value satwa langka itu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...