RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, mengisolasi 2 WNI positif terinfeksi Corona dan merawat 8 pasien lain yang terkait virus tersebut. Kekinian 1 diantaranya dilaporkan dalam kondisi kurang baik.
- Elvariza Opita
- Kamis, 05 Maret 2020 - 14:19 WIB
WowKeren - Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta Utara menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus COVID-19. Bahkan 2 WNI yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pun diisolasi di rumah sakit tersebut.
Namun ternyata 2 WNI itu bukanlah satu-satunya pasien terafiliasi Corona yang dirawat di rumah sakit tersebut. Tercatat ada 8 pasien lain yang dalam pengawasan karena terkait Corona.
Mirisnya, dari 8 pasien itu, salah satunya dinyatakan dalam kondisi kurang baik. Selain pasien berusia 65 tahun itu, semuanya dalam kondisi stabil.
"Dari yang sembilan yang ada ini, memang satu (pasien) keadaannya kurang baik, jelek ya, karena dikirim dari rumah sakit swasta, di sini, dan di sana sudah dirawat selama 1 minggu," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, Kamis (5/3). "Dan pakai ventilator ya, jadi dikirim ke sini pakai ventilator."
"Jadi sudah umurnya 65 tahun dan ini memang agak kurang baik keadaannya," imbuh Syahril, seperti dilansir dari Detik News. "Tetapi dari delapan (pasien terkait Corona) yang ada, alhamdulillah semuanya stabil, baik."
Namun kondisi berbeda justru dialami oleh 2 pasien yang sudah positif teinfeksi COVID-19. Sebab menurut Syahril, pasien yang merupakan ibu dan anak itu dilaporkan semakin baik. Kini mereka pun hanya mengalami batuk-batuk kecil.
"Yang dua (pasien) positif kemarin, jadi demam tidak ada, nyeri tenggorokan tidak ada. Sesak juga tidak ada, masih batuk-batuk kecillah, mungkin dengan pilek," terang Syahril.
"Begitu pun yang kedua. Yang (pasien) kedua ibunya kan," pungkas Syahril. "Jadi masih batuk-batuk sedikit ya, nyeri telan, sesak napas maupun demam tidak ada."
Di sisi lain, RSPI Sulianti Saroso pun membuka posko pengaduan bagi setiap masyarakat yang "mencurigai" kondisi tubuhnya sendiri. Kementerian Kesehatan juga terus aktif memeriksa spesimen-spesimen yang dicurigai terkait Corona, dan belakangan mengaku tengah mendalami 10 sampel diantaranya.
(wk/elva)