Ogah Dikarantina, 2 Driver Ojol Suspect Corona di Batam Melarikan Diri
Nasional

Dua orang driver ojek online (ojol) menghilang secara misterius usai ditetapkan sebagai suspect corona. Kaburnya kedua orang ini dinilai karena tak ingin menjalani karantina dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

WowKeren - Usai munculnya kabar pasien yang positif terinfeksi virus corona (COVID-19) di Indonesia membuat pemerintah menjadi waspada. Tak sedikit, orang-orang yang berkontak dengan para warga negara asing (WNA) yang positif corona pun diperiksa dan diobservasi.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi pada dua orang driver ojek online asal Batam, Kepri ini. Pasalnya, mereka yang sempat berkontak langsung dengan WNA Singapura yang positif corona justru menghilang secara misterius.

Keduanya diduga sengaja menghindar dari petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kepri setelah mengetahui hendak dikarantina. Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana memastikan jika keduanya hingga kini masih belum dikarantina.

Diketahui, satu orang sempat kabur dari lokasi karantina di Batam, sedangkan satu orang lagi menolak dikarantina. Tjetjep mengaku tak mengetahui keberadaan keduanya saat ini. "Satu kabur dari karantina, dan satu lagi menolak, dan tak bisa lagi dihubungi," ujar Tjeptjep Yudiana di Batam, Kamis (5/3).


Menurut Tjetjep, alasan utama mereka adalah takut kehilangan pekerjaan dan menelantarkan anak istri. "Kami sedang mencari solusi," katanya.

Sekedar informasi, kedua pengemudi ojol tersebut merupakan dua dari 15 orang yang diidentifikasi melakukan kontak dekat atau close contact dengan 3 warga Singapura yang dinyatakan positif Covid-19 setelah mengunjungi Batam.

Kedua driver ojol tersebut seharusnya dikarantina bersama sembilan orang lainnya di kompleks asrama haji di Batam mulai 2 hingga 8 Maret. Sementara empat warga lainnya juga dikarantina di rumah mereka dengan kasus serupa, yakni close contact dengan pasien virus corona tersebut.

Menghilangnya kedua driver ojol tersebut membuat Dinkes meminta bantuan ke kepolisian untuk membantu mencari kedua pria itu sehingga mereka dapat melanjutkan proses karantina. Namun hingga kini belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan 14 orang warga Batam yang sedang menjalani proses karantina terpantau sehat. Ke-14 orang itu juga merupakan warga yang kontak langsung dengan VP baru-baru ini saat menyambangi Batam beberapa hari. Masih sehat, sejauh ini baik-baik saja," ujarnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait