Virus corona sendiri baru ditemukan pada Desember 2019. Sementara penelitian untuk menghasilkan vaksin guna menangkal virus tersebut membutuhkan waktu yang tak sebentar.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 16 Maret 2020 - 08:48 WIB
WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) buka suara mengenai adanya kabar yang menyebut bahwa vaksin untuk menangkal virus corona atau Covid-19 sudah ditemukan. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menegaskan hingga saat ini bahkan di dunia belum ada ditemukan vaksin semacam itu.
Pasalnya, virus corona sendiri baru ditemukan pada Desember 2019. Sementara penelitian untuk menghasilkan vaksin guna menangkal virus tersebut membutuhkan waktu yang tak sebentar.
"Vaksin untuk influenza memang sudah ada, tetapi vaksin khusus untuk Covid-19 memang belum ada," ujar Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Terpilih, Muhammad Adib Khumaidi, dilansir Republika, Senin (16/3). "Karena virus ini kan memang masih baru ditemukan Desember 2019 lalu."
Lebih jauh, ia menyebut bahwa vaksin untuk menangkal virus corona bisa dikembangkan dengan memanfaatkan virus tersebut lalu kemudian melemahkannya. Namun yang jelas, hal itu tidak bisa dilakukan saat ini mengingat proses penelitian dan pengembangannya juga memerlukan waktu. Selain itu, juga diperlukan yang namanya evidence based atau pendekatan medis.
"Ada proses penelitian, riset, pengembangan, hingga uji klinis," kata Adib. "Karena butuh evidence based juga."
Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan masih memeriksa spesimen untuk menyatakan positif Covid-19 atau tidak. Penelitian terkait vaksin memang bisa dilakukan setelah virus tersebut ditemukan. Namun tetap saja, produk tersebut tidak bisa dipakai saat ini juga.
Berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO), waktu paling singkat yang diperlukan untuk menemukan vaksin corona adalah selama 1,5 tahun. Sebab, usai vaksin tersebut ditemukan harus dilakukan uji alamiah terlebih dahulu.
"Kalau berdasarkan standar internasional organisasi kesehatan dunia (WHO) kan mengatakan vaksin Covid-19 bisa ditemukan minimal 18 bulan kedepan," tutur Adib. "karena memang harus ada uji klinis, riset, dipublikasi, safety, dan efektif. Jadi harus dibuktikan secara ilmiah."
(wk/zodi)