Muntahan Abu Merapi Capai 5000 M, Bandara Solo dan Yogyakarta Tetap Beroperasi
Nasional
Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi kembali erupsi dengan mengeluarkan abu setinggi 5000 meter. Meski begitu, tiga bandara di dekat lokasi tetap beroperasi normal dengan sebuah alasan.

WowKeren - Gunung merapi kembali memuntahkan abu erupsi dengan ketinggian mencapai 5000 meter dari puncak. Erupsi terjadi pada Jumat (27/3) pukul 10.56 WIB yang tercatat pada seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit. Erupsi kali ini sepertinya tak membuat aktivitas tiga bandara yang berada dekat dengan lokasi menjadi terganggu.

PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan pasca Gunung Merapi erupsi, operasional di Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta dan Bandar Udara Adi Sumarmo Solo tetap berjalan normal. "Kegiatan operasional 3 bandara kami di Yogyakarta dan Solo saat ini masih berjalan normal," ungkap Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan melansir dari detikfinance, Jumat (27/3).

Handy juga menuturkan, hasil paper test yang dilakukan di area sisi udara pada pukul 13.00-13.46 WIB menunjukkan nihil debu vulkanik di ruang udara Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Begitu pula di Bandara Adi Soemarmo Solo dan YIA di Kulon Progo. "Berdasarkan hasil paper test tidak ditemukan atau negatif volcanic ash, baik di ruang udara Bandara Adisutjipto, Bandara Adi Soemarmo, maupun YIA sehingga dipastikan aman untuk operasional penerbangan," kata Handy.


Kendati demikian, pihak bandara menjelaskan bahwa akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi untuk memastikan keselamatan penerbangan di setiap bandara yang berdekatan dengan Gunung Merapi. "Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder bandara dan memantau lebih lanjut dampak perkembangan pergerakan debu vulkanik Gunung Merapi terhadap operasional bandara yang kami kelola," tambah Handy.

Untuk informasi perkembangan kondisi terkini kegiatan operasional Bandara Adisutjipto, Bandara Adi Soemarmo, dan YIA, Angkasa Pura I meminta penumpang dapat menghubungi call center PT Angkasa Pura I di nomor 172. Dikabarkan sebelumnya, Gunung Merapi telah mengalami erupsi beberapa kali di tahun 2020 ini. Mulai dari 4 Januari, 13 Februari, dan 3 Maret lalu.

Beberapa erupsi yang terjadi di tahun ini nampaknya tidak terlalu mengganggu aktivitas para warga. Nyatanya, masih banyak dari mereka yang bertani di bawah kaki Gunung Merapi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts