Ratusan santri asal Malaysia yang kini di pondok pesantren Magetan akan segera dipulangkan ke negara mereka. Namun sebelum itu mereka akan melakukan tes kesehatan terlebih dahulu.
- Lailatul Maghfiroh
- Minggu, 26 April 2020 - 12:01 WIB
WowKeren - Pemerintah Malaysia akan segera memulangkan 164 warga negaranya yang kini menjadi santri di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. Pemulangan santri asal Malaysia direncanakan akan dilakukan pada Senin (27/4).
Para santri akan pulang melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Namun sebelum itu para santri harus mengikuti rapid test dan serangkaian cek kesehatan terlebih dahulu di pesantren. "Senin pagi di rapid (test) lagi sebelum berangkat ke bandara. Pukul 08.30 WIB sampai di bandara," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim Heru Tjahjono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/4).
Kendati demikkian, nantinya aka ada 10 rombongan bus untuk para santri melakukan perjalanan ke Juanda. Dalam setiap busnya akan diisi sekitar 15 orang karena kapasitas penempatannya akan diatur sesuai dengan protokol physical distancing.
Sehingga setiap bus akan menampung separuh dari kapasitas penumpang biasanya. "Berangkat dari Magetan menggunakan bus. 1 bus 15 penumpang, dan menggunakan 10 bus. Di dalam pesawat nanti akan ditangani oleh dinas kesehatan Malaysia," papar Heru.
Kendati demkikian, setiap bus hanya akan diisi sebanyak 15 penumpang. "Kapasitas bus 30 penumpang, tapi nanti akan diisi hanya 15 penumpang saja," tambahnya.
Untuk diketahui, sebelumnya klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan ini bermula saat 43 santri asal Malaysia, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, saat kembali ke negaranya. Tentu hal ini memancing kekhawatiran bahwa virus sudah menyebar di dalam pondok pesantren sebelum sempat ditindaklanjuti aparat.
Saat ini Desa Temboro sendiri sudah ditetapkan sebagai zona merah wabah Corona. Bahkan tempat tersebut kini sudah ditetapkan sebagai klaster baru penyebaran virus Corona. Pemkab Magetan pun sigap mengisolasi daerah tersebut dan menyiapkan sekitar seribu alat rapid test.
(wk/lail)