Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini menyoroti soal pengemis musiman bulan Ramadan. Kendati demikian, ia mengimbau kepada masyarakat agar minta-minta tidak dijadikan sebagai profesi.
- Lailatul Maghfiroh
- Minggu, 26 April 2020 - 13:02 WIB
WowKeren - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyoroti banyaknya pengemis dadakan selama bulan suci Ramadan. Ia lantas menyarankan agar setiap orang bsia menjaga harga diri mengingat meminta-minta tidak pernah dianjurkan dalam ajaran Islam.
"Kita juga menyerukan agar kita ini bisa menjaga harga diri agar kita tidak minta-minta karena minta-minta dalam Islam itu tidak baik," kata Cholil dilansir dari Detikcom, Minggu (26/4). Cholil juga menegaskan agar meminta-minta tidak dijadikan sebagai usaha untuk memperkaya diri.
"Jadi minta itu karena darurat, karena nggak ada pilihan lain meminta-minta, jangan sampai dijadikan profesi, apalagi memperkaya diri dengan meminta-minta," tambah Cholil. "Karena kan nggak sama ada yang minta-minta karena terpaksa, ada peminta-minta karena dijadikan profesi pas di bulan Ramadhan, bahkan dijadikan memperkaya diri."
Kendati demikian, Cholil mengimbau kepada masyarakat agar melakukan kegiatan amal atau menyalurkan sedekah mereka lewat lembaga resmi pemerintah. Sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan diterima oleh orang yang benar-benar membutuhkan.
"Kita salurkan lewat Baznas atau UPZ-UPZ yang terdekat dari kita sehingga amil atau lembaga zakat itu lebih tahu mana orang yang tak mampu meminta-minta," papar Cholil. "Ada orang nggak mampu tapi tidak minta-minta."
Sementara itu, diketahui sebelumnya bahwa Kecamatan Tanah Abang telah mengamankan 55 warga yang sempat tinggal di trotoar. Warga tersebut merupakan pengemis yang berasal dari daerah Jawa Barat (Jabar).
Diketahui pula bahwa mereka merupakan pengemis musiman yang selalu datang ke Jakarta di setiap bulan Ramadan. Mereka bukan warga yang kesulitan ekonomi karena imbas dari pandemi corona.
"Bukan (warga terdampak Corona). Itu mereka datang ke sini mau meminta-minta seperti tahun kemarin mereka pas bulan Ramadhan mau datang ke sini. Itu sudah fenomena tahunan. Ini bukan hanya di Tanah Abang aja, di Sawah Besar, di Karet Bivak juga ada. Banyak ini," kata Camat Tanah Abang Yassin Passaribu ketika, Sabtu (25/4).
(wk/lail)