BREAKING: 8.882 Orang Positif Corona, Jumlah Kasus Baru Kembali Alami Penurunan
Nasional

Pemerintah mencatat ada tambahan kurang dari 300 kasus positif COVID-19 dalam rentang 24 jam terakhir hingga Minggu (26/4) pukul 12.00 WIB. Dengan demikian total ada 8.882 kasus COVID-19.

WowKeren - Pemerintah kembali memperbarui data terkait kasus positif COVID-19 di Indonesia. Data ini meliputi kumulatif jumlah pasien positif, kasus sembuh, hingga korban jiwa yang ditimbulkan akibat COVID-19 hingga Minggu (26/4) pukul 12.00 WIB.

Dilansir dari laman covid19.go.id, tercatat ada total 8.882 kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga hari ini. Sebanyak 275 orang diantaranya merupakan pasien baru dalam selang 24 jam terakhir, yang mana mengalami penurunan bila dibandingkan dengan 396 kasus baru pada Sabtu (25/4) kemarin.

BREAKING: Jumlah Kasus Baru Berkurang, 8.882 Orang Dinyatakan Positif Corona-1

covid19.go.id

"Ada penambahan pasien positif hari ini sebanyak 275 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam keterangan resminya yang disampaikan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (26/4). "Konfirmasi kasus positif 8.882 kasus."

Namun kabar gembira tak hanya didapat dari perkembangan jumlah kasus positifnya. Tercatat dalam selang 24 jam terakhir terdapat 65 pasien COVID-19 yang sembuh, nyaris 3 kali lipat bila dibandingkan dengan jumlah kasus meninggal yang pada hari ini mencapai 23 kasus.


Dengan demikian terdapat 1.107 pasien yang sudah berhasil mengalahkan virus SARS-CoV-2, atau sebanyak 12,5 persen dari total pasien positif di Indonesia. Sedangkan total pasien meninggal akibat COVID-19 hingga hari ini mencapai 743 orang, atau sekitar 8,4 persen.

BREAKING: Jumlah Kasus Baru Berkurang, 8.882 Orang Dinyatakan Positif Corona-2

covid19.go.id

Memang ada kenaikan tren angka kesembuhan di Indonesia yang teramati dalam rentang beberapa waktu terakhir. Namun rasio kematiannya masih sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain maupun rerata global.

Oleh karena itu, pemerintah tetap meminta agar warga terus berdisiplin diri dalam menjalankan jaga jarak, serta wajib mematuhi aturan-aturan yang berlaku ketika penerapan sosial berskala besar (PSBB) berlaku.

"Tetap di rumah, jangan mudik," tegas Yuri, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Larangan pelaksanaan mudik ini sendiri sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu demi menekan penyebaran wabah COVID-19.

Sementara itu sudah beberapa daerah menerapkan PSBB demi mengentaskan pandemi COVID-19. Salah satu yang terbaru dan akan melaksanakan dalam waktu dekat adalah Jawa Timur, tepatnya di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik mulai Selasa (28/4) mendatang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait