Khofifah menilai jika kecepatan identifikasi COVID-19 ini merupakan hal penting dan dibutuhkan di wilayah Surabaya Raya mengingat wilayah itu merupakan episenter.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 28 April 2020 - 15:07 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah berupaya untuk menggelar tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk mengidentifikasi virus corona (COVID-19). Tes tersebut nantinya bisa dilakukan secara drive thru.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkirakan jika hal itu bisa direalisasikan mulai pekan depan. Saat ini, pihaknya bersama dengan dokter di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim masih menunggu kesiapan alat-alat yang dibutuhkan.
"Kami harap pekan ini sudah datang," kata Khofifah di Gedung Grahadi, Senin (27/4). "Alat yang memungkinkan kita bisa melakukan tes PCR secara drive thru."
Gubernur berharap dengan adanya tes PCR drive thru ini, identifikasi serta penanganan COVID-19 di Jawa Timur bisa dilakukan lebih cepat. Sehingga hal itu bisa memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat. Pemprov akan melakukan tracing sebelum menentukan lokasi tes PCR.
"Jadi kalau ada lokasi di mana dari hasil tracing teridentifikasi ada orang dikhawatirkan COVID-19," imbuh Khofifah. "Tes PCR bisa dilakukan di lokasi itu. Perlindungan yang lebih baik lagi bagi masyarakat."
Di Jawa Timur, pusat pandemi berada di Surabaya. Oleh sebab itu, Khofifah menilai jika kecepatan identifikasi COVID-19 ini merupakan hal penting dan dibutuhkan di wilayah Surabaya Raya. Tak cukup sampai di situ, Khofifah mengungkap kekhawatirannya mengingat 21 persen penderita corona di Surabaya merupakan OTG.
"Kecepatan identifikasi ini penting," lanjut orang nomor satu di Jawa Timur tersebut. "Karena jumlah OTG atau carrier di Surabaya Raya yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19 di Jatim mencapai 21 persen, cukup mengkhawatirkan."
Adapun alat-alat itu diperkirakan akan tiba pada Kamis (30/4) besok. "Jadi tes PCR itu ada dua jenis. Ada yang open, harus dilakukan di tempat tertutup laboratorium karena kalau tidak virusnya akan menyebar. Nah, ini yang closed, yang memungkinkan dibawa ke lokasi-lokasi tertentu," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.
(wk/zodi)