Lawan COVID-19, Startup di Tiongkok Klaim Ciptakan Kacamata Khusus Deteksi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Masyarakat Tiongkok kini sudah bebas beraktivitas, sehingga deteksi virus Corona di negara itu harus ditingkatkan demi mencegah adanya gelombang kedua wabah. Salah satunya lewat kacamata khusus ini.

WowKeren - Wabah virus Corona nyatanya tak sesederhana yang diprediksi dan menuntut inovasi agar bisa segera dientaskan. Salah satunya Tiongkok sebagai negara yang paling awal terdampak oleh penyakit pernapasan ini.

Bentuk inovasi ini dibuktikan dengan ciptaan baru dari salah satu perusahaan rintisan alias startup Tiongkok. Perusahaan bernama Rokdi itu mengklaim berhasil membuat kacamata khusus untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.


Lebih detail dijelaskan, kacamata itu dibekali program berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). Rokid mengklaim kacamata buatan mereka bisa memeriksa temperatur hingga ratusan orang hanya dalam waktu dua menit.

Cara menggunakannya pun sederhana, sebagaimana pemakaian kacamata pada umumnya. Hanya saja ketika perangkat mendeteksi ada seseorang yang sedang flu, maka dia akan mengirimkan peringatan secara otomatis kepada pemakai kacamata itu dan akan langsung dibuat laporan secara digital.

Dengan bekal fitur tersebut, kacamata ini secara khusus diperuntukkan bagi pekerja di tempat-tempat tertentu. Dikutip dari The Next Web seperti misalnya petugas rumah sakit dan bandara yang diminta menggunakan kacamata tersebut.

Kekinian petugas keamanan di Taman Hongyuan, Hangzhou, Tiongkok sudah diwajibkan untuk menggunakan kacamata futuristik tersebut. Hal ini dilakukan menyusul pencabutan kebijakan lockdown yang otomatis memberikan kebebasan bagi warganya untuk berjalan-jalan, termasuk ke taman, seperti dikutip dari South Morning China Post.

Kendati demikian, berdasarkan pengakuan dari pemakainya, kacamata itu masih memiliki sejumlah kekurangan. Termasuk dari fitur utamanya, yakni memeriksa suhu tubuh seseorang yang diklaim masih belum akurat. Selain itu, perangkat juga tak bisa mendeteksi secara spesifik apakah seseorang menderita gejala COVID-19 atau tidak.

Di sisi lain, sampai hari ini, Sabtu (2/5), tercatat ada 3.413.169 orang di seluruh dunia yang terinfeksi virus Corona. Sebanyak lebih dari 1 juta orang dikonfirmasi sembuh, sedangkan 239.711 lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19.

Tiongkok sendiri menjadi negara pertama yang dibuat porak-poranda oleh wabah tersebut. Namun kekinian kondisi Tiongkok semakin membaik, bahkan laju penambahan kasus positif di negaranya terus berkurang drastis.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts