Pasca 'Panen' 11 Ribu Kasus Corona Dalam Sehari, Menkes Brasil Pilih Mengundurkan Diri
AP/Andre Borges
Dunia
Pandemi Virus Corona

Brasil dibayang-bayangi krisis besar, terutama dari segi kesehatan, menyusul semakin banyaknya pasien positif COVID-19. Dan di tengah situasi itu, Menkes Nelson Teich memutuskan mengundurkan diri.

WowKeren - Banyak pakar kesehatan menduga Brasil akan menjadi episentrum baru wabah virus Corona. Sebab akhir-akhir ini jumlah kasus positif di negara tersebut meningkat tajam.

Bahkan pada Rabu (13/5) kemarin Brasil mencatat ada lonjakan besar kasus harian, yakni mencapai 11.385 pasien. Dan di tengah krisis yang terjadi, kini dikabarkan Menteri Kesehatan Brasil, Nelson Teich mengundurkan diri mulai Jumat (15/5) kemarin.


Padahal Teich sendiri baru bekerja selama beberapa pekan. Sebab sebelumnya Presiden Brasil, Jair Bolsonaro sudah mencopot Nelson Mandetta karena selisih paham soal penggunaan hidroklorokuin untuk menangani COVID-19 serta peraturan social distancing.

Dan seperti pendahulunya, Teich juga memutuskan mengundurkan diri pasca berselisih paham dengan Bolsonaro. Sang presiden menjulukinya terlalu takut untuk menormalkan kembali kehidupan di Brasil berikut menggunakan obat anti-malaria untuk melawan COVID-19.

Pekan sebelumnya Teich dengan terang-terangan mengaku "dilangkahi" usai Bolsonaro mengumumkan pembukaan kembali sejumlah fasilitas publik walaupun pandemi Corona belum terkendali. Selain itu, seperti Mandetta, ia juga melawan mati-matian keinginan Bolsonaro menggunakan hidroklorokuin sebagai obat COVID-19 karena kurangnya riset ilmiah.

Keputusan ini pun berbuah kritikan tajam, namun bukan ditujukan untuk Teich melainkan ke Bolsonaro. Pihak oposisi, seperti misalnya anggota dewan Marcelo Ramos menilai Bolsonaro hanya menerima menteri yang menyetujui ideologinya, tak peduli dengan bagaimana ilmu bekerja.

Pimpinan oposisi, Alessandro Molon, bahkan mulai menyerukan pemakzulan atas Bolsonaro. Sebab menurutnya langkah sang presiden berpotensi membawa Brasil dalam kekacauan besar, utamanya dari segi kesehatan.

"Bolsonaro tak butuh menteri yang paham bidangnya," kata Molon, dilansir dari Reuters, Sabtu (16/5). "Dia hanya butuh seseorang yang setuju dengan semua ideologi gilanya, seperti mengakhiri social distancing dan menggunakan klorokuin."

Namun tampaknya Bolsonaro tak ambil pusing dengan kritikan yang diterimanya itu. Sebab belakangan tersiar kabar Bolsonaro sudah melirik seseorang untuk menggantikan Teich, yakni seorang jenderal militer aktif, Eduardo Pazuello yang sekarang menjabat sebagai deputi di Kemenkes.

Rekam jejak Bolsonaro dalam menangani Corona memang sangat kontroversial. Salah satu kontroversi terbesarnya ketika ia memberikan jawaban enteng saat ditanya pendapat soal lonjakan jumlah korban meninggal di Brasil. "Terus kenapa? Maaf, tapi Anda ingin saya melakukan apa?" ungkap Bolsonaro, Selasa (28/4) lalu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts