UU Penyebab Demo Disahkan, Tiongkok Berhak Tolak Hong Kong Merdeka
Reuters/Florence Lo
Dunia
Demo Hong Kong

Beberapa waktu belakangan sejumlah besar warga Hong Kong bak mengabaikan pandemi Corona demi berdemonstrasi menolak UU Keamanan Nasional, yang kekinian justru disahkan Tiongkok.

WowKeren - Pandemi virus Corona yang sudah mereda di Hong Kong menyebabkan sebagian besar warganya berani untuk kembali turun ke jalan. Penyebabnya hanya satu, memprotes rencana pemerintah Tiongkok untuk mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional.

Bukan tanpa alasan UU tersebut ditentang. Sebab warga Hong Kong menilai banyak hak-hak mereka sebagai daerah otonomi, yang belakangan bersikeras ingin memisahkan diri, dicabut.


Namun kekinian UU penyebab demonstrasi itu justru telah disahkan oleh legislatif Tiongkok. Dilansir dari The Guardian, pengesahan UU itu membuat Tiongkok makin erat mencengkeram Hong Kong.

Lewat UU tersebut, Tiongkok berhak melarang segala bentuk aktivitas yang dikategorikan mengancam keamanan nasional. Dalam hal ini meliputi aksi separatis, subversi, hingga terorisme. Hanya saja belum ada beleid resmi dan lengkap terkait UU tersebut.

Dalam perjalanan pengesahannya, hanya satu suara yang menolak UU tersebut. Dan dalam beberapa pekan ke depan, beleid lengkapnya, yang khusus diimplementasikan untuk Hong Kong, akan dirilis, sebagaimana dilansir dari media resmi Tiongkok.

"Ini adalah permulaan bab menyedihkan bagi Hong Kong," tutur legislator Tiongkok pro-demokrasi, Claudia Mo. "Hong Kong sudah benar-benar mati."

Pakar menilai UU ini akan membuat krisis di Hong Kong semakin berkepanjangan, terutama dari segi sikap represif aparat kepolisian. Sebab pemerintah telah menerjunkan satuan anti huru-hara dan menyebabkan setidaknya 360 orang dipenjara pada Rabu (27/5) waktu setempat. Selain itu polisi juga menembakkan gas air mata selama mengamankan demonstrasi.

Namun demikian situasi ini tampaknya belum membuat publik Hong Kong menyerah. Seperti Serene Chow yang menilai situasi memang kian sulit, namun tak berarti ia dan kawan-kawan menyerah memperjuangkannya.

"Sebagai masyarakat Hong Kong, memang tak banyak hal yang bisa kita lakukan," ujar Chow. "Yang bisa kita lakukan hanya tunjukkan ke dunia kalau kita masih berjuang untuk hak dan kebebasan kita."

Aktivis pro-demokrasi, Jimmy Lai, pun meyakini masih ada celah untuk memenangkan "pertarungan" yang ada. "Sekarang lah waktu yang tepat untuk beraksi karena Tiongkok masih menghadapi beban ekonomi yang berat," tegasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts