Geger Diskusi Mahasiswa UGM Bertajuk Pemecatan Presiden, Ini Fakta Sebenarnya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Universitas Gajah Mada (UGM) menjadi perbincangan publik usai beredar poster diskusi bertajuk Pemecatan Presiden. Mendapat banyak kecaman, humas UGM buka suara.

WowKeren - Poster kegiatan diskusi yang digelar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu mencuri perhatian. Hal ini lantaran tema diskusi yang dianggap menjurus ke arah makar. Makar sendiri merupakan sebuah usaha untuk menjatuhkan suatu pemerintahan yang sah.

Poster diskusi bertajuk Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan tersebut mengundang Guru Besar Hukum Tata Negara UII, Prof Dr Nimatul Huda sebagai pembicara dengan M. Anugerah Perdana sebagai moderatornya. Kegiatan diskusi yang dilakukan virtual tersebut rencananya akan dihelat Jumat (29/5) ini. Namun urung terlaksana, poster diskusi tersebut sudah membuat geger.


Poster dari kegiatan ini pun sempat mengalami perombakan karena mendapat banyak protes dari berbagai pihak. Penyelenggara diskusi melalui akun Instagram @clsfhugm memberikan keterangan. Namun sayang, setelah ditelusuri lagi akun Instagram ini sudah tidak ditemukan.

Geger Diskusi Mahasiswa UGM Bertajuk Pemecatan Presiden, Ini Fakta Sebenarnya

Instagram Story

Menanggapi berita ini, Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membantah. "Itu bukan acara resmi dari fakultas hukum maupun UGM," ujar Iva dilansir dari Kumparan, Jumat (29/5).

Melalui akun Instagram, @clsfhugm juga memberikan klarifikasi bahwa mereka hanya komunitas di Fakultas Hukum UGM yang tidak digerakkan kampus, baik level Fakultas maupun Universitas. Mereka pun menyampaikan permintaan maafnya.

Geger Diskusi Mahasiswa UGM Bertajuk Pemecatan Presiden, Ini Fakta Sebenarnya

Instagram Story

Salah seorang dosen Fakultas Teknik Sekolah Pascasarjana UGM, Bagas Pujilaksono menyebut bahwa tema diskusi tersebut mengarah ke gerakan makar. Tak sedikit yang juga menyebut bahwa tema diskusi tersebut kurang pantas dibahas di tengah situasi pandemi seperti ini.

"Apakah membiarkan forum-forum yang membicarakan narasi makar seperti? Silakan dianalisa kegiatan seperti ini karena bisa membukus tujuan makar dengan kegiatan ilmiah online, saatnya melawan pikiran sesat makar...," tulis @ilhm***, dikutip dari Suara.

"Memalukan sekali sepak terjang oknum-oknum ini, betul memang saaatnya harusnya fokus dan bersatu melawan COVID, ini malah mau melemahkan walaupun dengan tema 'diskusi' emang ngga ada tema diskusi lain yang lebih bermanfaat apa ha?" ujar netter lain.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts