Diketahui, tuntutan 1 tahun penjara tersebut diberikan karena jaksa menilai kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel Baswedan hingga membuat matanya terluka.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 13 Juni 2020 - 17:13 WIB
WowKeren - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini tengah mendapat banyak sorotan. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan tuntutan pidana 1 tahun penjara kepada 2 terdakwa penyerang Novel, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.
Tuntutan tersebut diberikan karena JPU menilai kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel hingga membuat matanya terluka. Oleh sebab itu, jaksa menyebut bahwa dakwaan primer yang didakwakan dalam kasus ini tak terbukti dan kedua pelaku hanya dituntut dengan dakwaan subsider.
"Bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman cairan air keras ke Novel Baswedan ke badan. Namun mengenai kepala korban," ujar jaksa kala membacakan tuntutan di PN Jakut pada Kamis (11/6) lalu. "Akibat perbuatan terdakwa, saksi Novel Baswedan mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat permanen."
Tuntutan ini lantas mendapat kritik dari sejumlah pihak karena dinilai terlalu ringan. Warganet bahkan turut menyindir alasan jaksa memberikan tuntutan 1 tahun penjara kepada terdakwa kasus Novel.
Tagar #GakSengaja pun masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Sabtu (13/6) hari ini. Hingga berita ini ditulis, sudah ada 27 ribu cuitan yang menggunakan tagar #GakSengaja.
"Alasan jaksa tuntut penyerang Novel 1 tahun Bui: #GakSengaja Lukai Mata," komentar akun @Fariez_Abbasy. "Upsss #GakSengaja gaiss," timpal akun @andriobimo sambil mengutip artikel media tentang alasan jaksa kasus Novel.
"Menggunakan #GakSengaja sebagai alasan untuk sebuah tindak kriminal. Hanya sebuah lelucon," tulis akun @yalala_. "Keadilan di negara ini cuma sebuah lelucon. #NovelBaswedan #GakSengaja," tambah akun @widasdf.
(wk/Bert)