Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro, mengungkapkan adanya belasan ribu pasar tradisional belum melaporkan kasus positif virus corona.
- Nidya Putri
- Sabtu, 13 Juni 2020 - 19:44 WIB
WowKeren - Kasus positif corona (COVID-19) di Indonesia kian harinya semakin bertambah. Bahkan pada Sabtu (13/6), terjadi penambahan 1.014 kasus positif baru yang membuat kasus COVID-19 di Tanah Air berjumlah 37.420 orang.
Baru-baru ini diketahui, sejumlah pasar tradisional menjadi klaster penyebaran COVID-19 baru. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan belasan ribu pasar tradisional belum melaporkan kasus positif virus corona.
Padahal, pasar tradisional merupakan lokasi yang rentan terhadap penularan virus corona. Hanya saja, ia tidak menuturkan pasar-pasar mana saja yang tidak melapor. Berdasarkan data BPS, sedikitnya ada 14 ribu pasar tradisional di Indonesia.
"Pemerintah daerah merasa perlu menggelar rapid test di pasar. Hasilnya, menurut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia lebih dari 400 pedagang di 93 pasar tradisional telah terinfeksi COVID-19," kata Reisa dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Sabtu (13/6). "Namun, masih ada belasan ribu pasar lain yang tidak melaporkan kasus positif COVID-19."
Reisa menuturkan penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional harus terus dilakukan. Pengelola pasar, juga wajib memantau kepatuhan penerapan protokol kesehatan di lingkungan termasuk mencegah terjadinya kerumunan.
Ia menjelaskan sejumlah upaya pencegahan penularan COVID-19 di pasar di antaranya seperti jarak antarkios minimal 1,5 meter; pembatasan pembeli maksimal lima orang dalam satu kios; penyemprotan cairan desinfektan minimal satu kali dalam dua hari; dan pembatasan pengunjung pasar 30 persen dari kapasitas pasar.
Selain itu, Reisa juga mengimbau agar pedagang menggunakan masker atau face shield dan sarung tangan plastik. Upaya itu di luar pencegahan yang sering digalakkan pemerintah yakni cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan jaga jarak.
"Kalau kita sakit sebaiknya jangan ke pasar, jangan ke luar rumah sama sekali," ujarnya. "Jika kita sehat harus menggunakan masker, cuci tangan, atau pengelola pasar biasanya akan menyediakan fasilitas cuci tangan."
Reisa menambahkan, jika ditemukan kasus positif dari pedagang atau pembeli di pasar tradisional berdasarkan rapid test maupun Polymerase Chain Reaction (PCR), maka pemerintah akan menutup pasar tersebut untuk sementara waktu. "Tindakan ini untuk memberikan ruang dan waktu bagi Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melacak riwayat kontak kasus tersebut," tandasrnya.
(wk/nidy)