RI Bisa Jadi Pusat Corona ke-3 di Asia, Diprediksi Capai 4 Ribu Kasus Sehari
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ahli Epidemiologi UI, Pandu Riono, juga menilai PSBB tak efektif dalam mengendalikan wabah virus Corona. Justru sebaiknya pemerintah mengampanyekan gerakan 3M seperti penjelasan berikut.

WowKeren - Sudah hampir sebulan belakangan Indonesia mencatatkan tambahan sampai seribu kasus setiap hari. Rekor tertinggi nasional hingga sekarang dipegang data Kamis (2/7) pekan lalu, yakni mencapai 1.624 pasien dalam sehari.

Namun ternyata angka ini "bukan apa-apa" bila dibandingkan dengan prediksi yang beredar. Pasalnya Indonesia bahkan diprediksi bisa mencapai 4 ribu kasus positif dalam sehari dan akan menjadi pusat COVID-19 ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India.


Prediksi ini disampaikan oleh Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono. Dilansir dari Brisbane Times, Pandu memperkirakan tingkat infeksi COVID-19 akan terus meningkat sampai September atau Oktober 2020 mendatang dengan tambahan kasus mencapai 4 ribu per hari.

Angka ini, imbuh Pandu, timbul karena ke depannya laju tes yang dilakukan akan semakin tinggi pula. Pasalnya saat ini skala pengujian spesimen COVID-19, yang mencapai rata-rata 20 ribu setiap hari, masih sangat kurang dan kecil.

"Angka-angka itu sangat rendah, itu adalah kesalahan," ungkap Pandu, Senin (6/7). "Peraturan pemerintah, bagaimana mereka melakukan pengujian, didasarkan pada gejala. Itu adalah kesalahan mereka."

Menurut Pandu, semestinya tes PCR diperbanyak dan merata ke seluruh daerah Indonesia. Bila tak ada intervensi pemerintah dalam hal ini, maka dikhawatirkan banyak wabah tersebar namun tak terdeteksi oleh medis.

Selain itu, Pandu juga menilai pemerintah telah gagal dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka menekan laju penularan wabah Corona. Ketimbang PSBB, Pandu menyarankan supaya pemerintah lebih agresif mengampanyekan gerakan 3M, apakah itu?

Gerakan 3M yang dimaksud adalah mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker. Jika kampanye ini dijalankan, Pandu memperkirakan tingkat penularan COVID-19 akan memuncak pada Juli 2020 dan menurun mulai Oktober mendatang.

"(Namun) dengan tidak adanya langkah-langkah baru yang ketat, Indonesia akan menjadi pusat (COVID-19) ketiga di Asia setelah Tiongkok dan India," ujar Pandu. Seperti diketahui Tiongkok menjadi negara pertama yang dibuat "berantakan" oleh pandemi Corona, sedangkan India saat ini tengah berjuang mengatasi serangan wabah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts