5 Gempa 'Bersahut-Sahutan' Sampai Bikin Anak Krakatau Erupsi, Adakah Kaitan Satu Sama Lain?
Pxhere
Nasional

BMKG mencatatkan 5 gempa bumi dengan kekuatan beragam terjadi secara beruntun pada Selasa (7/7) pagi sampai sore. Pakar gempa bumi pun mengungkap potensi adanya kaitan antara kelima kejadian itu.

WowKeren - Selasa (7/7) hari ini Indonesia mencatatkan terjadinya sejumlah gempa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap setidaknya ada 5 gempa tektonik dengan kekuatan bervariasi antara 4,0 sampai 6,1 M di sejumlah wilayah berbeda terjadi.

Bahkan salah satu gempa, yakni di Jepara dengan kekuatan 6,1 M dilaporkan turut dirasakan sampai ke 7 provinsi berbeda. Sedangkan gempa lain, yakni di Rangkasbitung, Banten dengan kekuatan 5,4 M terjadi tak lama sebelum Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi.


Lantas, apakah ada kaitan antara kelima gempa yang terjadi ini? Pakar Gempa dari Universitas Gadjah Mada, Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan bahwa kelima gempa tektonik itu kecil kemungkinan saling berkaitan satu sama lain.

"Sebenarnya kalau dilihat mekanismenya berbeda-beda," tutur Gayatri, seperti dikutip dari Kompas pada Selasa (7/7). "Jadi kecil sekali kemungkinan saling berkaitan."

Menurutnya, gempa di Jepara terjadi karena adanya sesar turun. Sedangkan hal sebaliknya terjadi pada gempa Rangkasbitung yang justru disebabkan oleh sesar naik. "Ini kemungkinan akibat robekan akibat gaya tekan ke bawah dan horisontal yang kuat di daerah ini," jelasnya.

Sedangkan untuk gempa lain, di Pangandaran misalnya, yang terjadi dengan kekuatan 5,0 M juga tak disebabkan alasan yang sama. Sebab gempa di Pangandaran merupakan hal biasa karena merupakan wilayah zona prisma akresi alias megathrust.

Kelima daerah yang mengalami gempa hari ini, imbuh Gayatri, memang berada di zona sesar aktif. Dengan demikian wajar bila terjadi gempa dengan kekuatan ringan-sedang dan tak ada keterkaitan antargempa.

Hal senada juga diungkap oleh BMKG. "Gempa yang terjadi secara beruntun pada hari ini tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya," beber Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Di sisi lain, rentetan gempa yang terjadi diharap tak membuat masyarakat panik. Sebab Indonesia memang berada di zona yang kaya akan sumber gempa, sehingga kejadian alam semacam ini lazim sekali terjadi.

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkap Gunung Anak Krakatau hari ini erupsi lewat empat kali hembusan asap tebal. Saat ini gunung yang berada di Selat Sunda itu berada di level II atau waspada.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts