Banyak Siswa Keluhkan Koneksi Internet, Kemendikbud Gandeng Kominfo Jangkau Blank Spot
Pixabay
Nasional

Plt Direktur Jenderal Dikti Nizam mengakui jika pemanfaatan teknologi harus diperbaiki untuk perluasan jangkauan jaringan. Untuk itu, Kemendikbud akan berkoordinasi dengan Kominfo.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan survei terhadap mahasiswa yang belajar dari rumah secara online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seperti diketahui, pandemi COVID-19 tidak memungkinkan bagi kegiatan pembelajaran untuk dilakukan secara tatap muka.

Dari hasil survei tersebut, banyak siswa yang mengeluhkan koneksi internet sehingga kurang maksimal untuk mendukung proses belajar mengajar. Plt Direktur Jenderal Dikti Nizam mengakui jika pemanfaatan teknologi harus diperbaiki untuk perluasan jangkauan jaringan. Untuk itu, Kemendikbud akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta pihak provider.

"Infrastruktur kita koordinasi Kominfo dan provider," kata Nizam dalam rapat kerja bersama Komisi X, Kamis (9/7). "Untuk menjangkau titik-titik blank spot dan meningkatkan koneksi."

Selain melakukan perbaikan teknologi, Kemendikbud juga akan mengadakan pelatihan untuk para dosen selama tiga hari. Hal ini dimaksudkan agar para dosen lebih siap dalam menghadapi PJJ selama masa pandemi.


"Pelatihan dosen berlangsung selama 3 hari diikuti 107 ribu dosen," lanjut Nizam. "Dan bisa sampai Agustus sampai 200 ribu dosen (mengikuti pelatihan)."

Dikatakannya, dosen harus bisa menyesuaikan diri dan mengubah peran mereka untuk menjadi mitra mahasiswa dalam menuntut ilmu. "Aspek-aspek seperti bahan ajar, metode perkuliahan, dan kerja sama antar perguruan tinggi perlu ditingkatkan," imbuhnya.

Sementara itu dari sisi mahasiswa, Nizam menyebut jika sebagian besar dari mereka siap untuk pembelajaran daring. Sayangnya, hal itu terkendala oleh koneksi internet yang kurang memadai.

"Sebagian besar mahasiswa mengatakan sangat siap dan siap untuk menghadapi pembelajaran daring karena ini generasi milenial terbiasa gadget," tutur Nizam. "27 persen enggak siap karena koneksi yang lemot dan enggak merata karena di akhir Maret itu ada 70 persen sudah kembali ke kampung halaman masing-masing."

Survei tersebut melibatkan 230 ribu mahasiswa yang tersebar di 32 provinsi pada akhir Maret 2020 lalu. Mahasiswa yang menjadi responden adalah mereka yang masuk kuliah sejak tahun 2015 hingga 2019.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait