LIPI mengidentifikasi jenis baru di kedalaman Selat Sunda di kedalaman 957-1.259 di bawah permukaan laut. Jenis baru yang memiliki bentuk tubuh serupa kecoak ini ternyata masuk golongan udang-udangan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 15 Juli 2020 - 12:48 WIB
WowKeren - Indonesia dikenal dengan keanekaragaman sumber daya hayatinya yang begitu luar biasa. Tak sedikit makhluk-makhluk hidup nan unik ditemukan di Indonesia, terutama di kawasan-kawasan terpencil dan nyaris tak terjamah tangan manusia.
Salah satunya di kedalaman Selat Sunda, tepatnya 957-1.259 di bawah permukaan laut, yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Sumatera oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menariknya hewan yang ditemukan itu adalah organisme jenis baru dari kelompok udang-udangan alias krustasea yang berbentuk selayaknya kecoak dengan ukuran tubuh raksasa!
Hewan ini pun kemudian dinamai sebagai Bathynomus raksasa, mengacu pada ukuran tubuhnya. Namun tentu saja ukuran raksasa dari hewan ini tak sebesar yang dibayangkan manusia, sebab "hanya" berukuran di atas 15 sentimeter saat sudah mencapai usia dewasa.
Di kelompok krustasea tentu saja ukuran ini termasuk luar biasa. "Ukurannya memang sangat besar dan menduduki posisi kedua terbesar dari genus Bathynomus," kata Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Conni Margaretha Sidabolok, Rabu (15/7).
Conni menjelaskan Bathynomus merupakan salah satu ikon krustasea laut dalam dengan ukuran relatif besar dan tampilan keseluruhan yang khas. Secara morfologi, hewan di kelompok ini memiliki tubuh pipih dan keras, namun tak terlindungi oleh karapaks atau cangkang keras yang kerap ditemui di hewan krustasea lain.
Matanya berukuran besar, pipih, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya. Sedangkan di bagian kepala, Bathynomus memiliki sepasang antena pendek di ujung kepala. Ia memiliki total 12 pasang kaki, dengan 7 berupa kaki jalan, sedangkan 5 lainnya kaki renang.
"Secara umum, Bathynomus raksasa paling mirip dengan Bathynomus giganteus dan Bathynomus lowryi," ungkap Conni, seperti dilansir dari Detik News. "Dalam rentang ukuran dan karakter di bagian ekor atau pleotelson."
Penemuan ini, imbuh Conni, telah dipublikasikan oleh LIPI lewat jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020. LIPI pun menilai penemuan ini sebagai capaian penting bidang ilmu taksonomi sekaligus membuka potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terungkap.
(wk/elva)