Tiga Pegawai Tokopedia Diperiksa Polisi Terkait Kebocoran Data 91 Juta Pelanggan
Nasional

Tiga pegawai Tokopedia diperiksa oleh Bareskrim Polri. VP of Corporate Communications Tokopedia menjelaskan bahwa 3 pegawai tersebut diperiksa sebagai pelapor dan saksi.

WowKeren - Pada awal Mei 2020 lalu, publik dibuat geger dengan berita kebocoran data pengguna aplikasi e-commerce Tokopedia. Disebutkan sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia dijual seharga USD 5 ribu atau setara Rp 75 juta di dark web.

Terkait adanya kebocoran data tersebut, tiga pegawai Tokopedia pun diperiksa oleh Bareskrim Polri. Pihak perusahaan menjelaskan jika pemeriksaan terhadap pegawainya tersebut adalah sebagai pelapor dan saksi.

VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan, pemeriksaan itu merupakan upaya perusahaan untuk menginvestigasi kasus kebocoran data pengguna. “Ini upaya dan inisiatif kami untuk bekerja sama dengan pihak berwenang terkait proses investigasi atas insiden pencurian data belum lama ini," ujarnya, Rabu (15/7).

Proses investigasi itu masih berlangsung. "Kami menghormati proses (investigasi) tersebut," imbuh Nuraini.

Tokopedia sendiri sebelumnya telah melaporkan kasus kebocoran data itu ke kepolisian. Sebab, 91 juta pengguna yang bocor pada Mei lalu itu masih beredar di forum peretas (hacker) dan bisa diunduh gratis.

Ada pihak ketiga, yang tidak berwenang, mengunggah informasi terkait cara mengakses data pengguna yang dicuri itu di media sosial dan forum internet. Data pengguna yang dimaksud yakni yang bocor pada Mei lalu. Data pelanggan tersebut telah dijadikan tautan unduhan.


Ketika dilakukan penelusuran, tautan itu bersumber dari akun bernama @Cellibis di forum Raidsforum yang diunggah pada 3 Juli. Akun ini membagikan 91 juta data pengguna Tokopedia secara gratis.

Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menjelaskan, file yang memuat 91 juta data pengguna Tokopedia itu disimpan di server Amerika Serikat (AS). Butuh VPN dengan alamat IP AS untuk bisa mengakses data itu.

Selain itu, anggota Raidforums harus mendaftar terlebih dulu. Lalu, mendepositokan uang melalui layanan PayPal minimal 8 Euro atau sekitar Rp 130 ribu. Anggota pun akan mendapatkan 30 credit atau mata uang yang digunakan di forum.

Untuk mengunduh 91 juta data pengguna Tokopedia itu, anggota hanya perlu membayar 8 credit. Setelahnya, anggota akan mendapat tautan hosting dari pihak ketiga. Data pun bisa diunduh dalam format .zip dengan ukuran 9,5 Gigabyte.

Setelah dilakukan ekstrak, file akhir akan berbentuk .txt sebesar 28,5 Gigabyte. Untuk membuka dokumen ini, Anda membutuhkan aplikasi khusus seperti ultraedit.

Hasilnya, ada 91.174.216 data berupa nama lengkap, nama akun, email, toko online, tanggal lahir, nomor ponsel, tanggal mendaftar, serta beberapa data terenkripsi berbentuk hash.

Pratama mencatat, data itu masih bisa diunduh bebas hingga Pukul 10.0 WIB hari ini. “Sudah ada 58 anggota yang mengunduh,” kata Pratama. Pada tautan tertulis akan kedaluarsa sampai lima hari kedepan. "Kalau data ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, sangat memungkinkan digunakan sebagai sumber dasar tindakan kriminal," lanjutnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait