Luwu Utara Kekurangan Air Bersih, Mahasiswa Ini Makan Mie Instan Mentah Demi Bertahan Hidup
Nasional

Seorang mahasiswa yang juga menjadi korban banir bandang di wilayah Luwu Utara buka suara terkait caranya bertahan hidup dengan sering makan mie instan tanpa dimasak.

WowKeren - Bencana banjir bandang kembali menerjang Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Masamba ini menewaskan belasan orang.

Tentunya bencana tersebut masih menyisakan duka yang mendalam bagi para korban. Sementara itu diketahui bahwa korban banjir di sana bertahan hidup dengan memakan mie instan.

Hal itu pula yang kini dialami oleh Rifaldi, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang menjadi korban banjir. Mahasiswa jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar tersebut hanya bisa berserah diri setelah menjadi korban banjir di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7).

Pria yang akrab disapa Pandu ini menjadi korban banjir bersama beberapa keluarganya. Ada 97 orang korban yang sudah ditemukan. Dua di antaranya adalah keluarga Pandu yang dikabarkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan di lokasi terdampak.


"Korban sekarang yang ditemukan 97 orang kak. Keluarga kak sebagian ada yang meninggal. Keluargaku dua orang kak," kata Pandu mengutip dari Suara.com saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Kamis (16/7). Namun sata ditanya lebih lanjut, Pandu enggan menerangkan secara mendalam lantaran mengaku masih trauma.

"Maaf kak, masih tidak bisa jelaskan semua itu," kata Pandu. "Seperti itumi kak, intinya saya dan semua anggota keluarga selamat, cuman tante dan sepupu yang tidak kak. Iya kak, didapatmi."

Lebih lanjut, pandu juga menceritakan bahwa kini wilayahnya menjadi sulit menemukan air bersih sejak terjadinya banjir bandang tersebut. mahasiswa semester empat ini mengaku sampai saat ini masih bisa bertahan hidup dengan mengkomsumsi makanan seadanya seperti mie instan dan juga beberapa potong roti.

Kendati demikian, pandu berharap agar pemerintah dan pihak kampusnhya bisa memberikan perhatian lebih terkait kejadian ini. "Iya kak, saya mahasiswa UIN. Cukup bawa alat penerangan kak, logistik siap komsumsi dan air bersih," pintanya.

Lantaran tak ada air bersih, Pandu akhirnya hanya bisa mengkonsumsi mie instan tanpa dimasak. "Mie tidak usah kak, karena kurang air bersih disini. Iya kak, (makan) roti dan mie mentah," pungkas Pandu.

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait