Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, ternyata sempat berfoto bersama Ketua MA, Muhammad Syarifuddin dan membuat publik berasumsi ada kaitannya dengan lolosnya sang buron dari kejaran aparat.
- Elvariza Opita
- Jumat, 17 Juli 2020 - 14:38 WIB
WowKeren - Belum lama ini jagat maya dibuat heboh dengan utas Twitter yang mengupas soal sosok-sosok yang disebut-sebut membantu meloloskan buronan kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Utas yang konon diambil dari konten ponsel pengacara Djoko, Anita Kolopaking, itu sudah "menyeret" petinggi negara mulai dari pejabat Bareskrim Mabes Polri yang membantu sang buronan membuat surat jalan.
Kekinian sosok Ketua Mahkamah Agung, Muhammad Syarifuddin, ikut disangkutpautkan dengan kasus tersebut. Pasalnya beredar potret Anita yang berfoto bersama Syarifuddin, serupa dengan sosok-sosok lain yang diduga terlibat dalam meloloskan Djoko dari kejaran aparat.
Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro, pun angkat bicara soal foto viral itu. Ia mengonfirmasi foto bersama antara Syarifuddin dan Anita, namun menurutnya hal itu terjadi dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2020 kemarin.
"Foto Pak Ketua MA dan ibu Anita Kolopaking beserta suaminya itu berfoto di rumah kediaman beliau (Syarifuddin) pada saat Hari Raya Lebaran Idul Fitri beberapa bulan lalu," ujar Andi di Jakarta, Jumat (17/7). "Saat itu beliau sudah Ketua MA."
Menurut Andi, saat itu siapa saja memang boleh berfoto dengan Syarifuddin lantaran bertepatan dengan momen Lebaran. Dan Anita pun bukan satu-satunya tamu Syarifuddin yang berfoto bersama sang Ketua MA.
Pada saat itulah, Andi mengaku, Anita dan suaminya ikut nimbrung berfoto bersama dengan Syarifuddin beserta istrinya. "Berfoto bersama dalam suasana lebaran seperti itu biasalah, tidak ada maksud dan tujuan apa-apa," jelas Andi, seperti dilansir dari iNews.
Andi menegaskan memang Syarifuddin tak menggelar open house saat Lebaran kemarin akibat adanya pandemi Corona. Kendati demikian ada sejumlah tamu yang tetap datang untuk bersilaturahmi dengan Syarifuddin di kediamannya, termasuk Anita dan suami.
Dan ketika bertamu pun, imbuh Andi memastikan, tak ada pembicaraan atau lobi sehubungan dengan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Djoko Tjandra, klien Anita. "Dan tidak benar ada lobi dari ibu Anita ke Pak Syarifuddin terkait dengan permohonan PK perkara Djoko Tjandra," tegas Andi.
Hingga kini kasus Djoko Tjandra yang buron terus menyeret banyak pejabat. Selain pejabat Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo yang sudah dicopot oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, Lurah Grogol Selatan Aseb Subahan juga ikut dinonaktifkan akibat kasus pembuatan e-KTP.
(wk/elva)