Kandidat Pilkada yang Langgar Protokol Corona Terancam Didiskualifikasi
Nasional

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar paslon yang maju pada Pilkada 2020 untuk tak mengabaikan protokol COVID-19. Apabila ada yang melanggar maka akan dijatuhi sanksi berat.

WowKeren - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak tetap digelar di tengah pandemi corona (COVID-19). Untuk mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah sibuk menggodok aturan khusus yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Kekinian, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan agar para calon kepala daerah yang maju pada Pilkada 2020 tersebut untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi berat.

Hal ini disampaikan Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, Kamis (16/7) kemarin. "Tolong saat pelaksanaan Pilkada mematuhi protokol dan para kontestan mengatur tim sukses dan pendukungnya agar mematuhi protokol COVID-19, karena itu akan diatur KPU dan itu akan jadi temuan Bawaslu yang bisa ada sanksinya. Bahkan bisa ke diskualifikasi," kata Tito.

Tito menyatakan pihaknya juga akan meminta penyelenggara dan pengawas pemilu agar melarang massa pendukung melakukan konvoi hingga arak-arakan saat kampanye Pilkada 2020. Ia menegaskan Bawaslu nantinya bisa memberikan sanksi bagi kandidat bila hal tersebut dilakukan oleh para pendukungnya.


"Bawaslu bisa menyemprit. Dan itu ada sanksi sosial. Gimana mau jadi kepala daerah kalau kendalikan seratusan orang aja enggak bisa," ujarnya. "Sampaikan aja, kita enggak perlu pilih kontestan itu, karena enggak bisa mengendalikan timsesnya saat mengendalikan massa. Bagaimana ngendalikan rakyatnya."

Lebih lanjut, Tito menjelaskan dirinya tak ingin apabila Pilkada tahun 2020 justru berubah menjadi klaster baru penularan corona. Karena itu, ia meminta agar para kandidat dan penyelenggara pemilu bersama-sama berkomitmen menjadi agen perlawanan terhadap virus corona. "Justru Pilkada harus menjadi gerakan perlawanan melawan corona," tegasnya.

Tito bahkan meminta para kandidat dan tim suksesnya membentuk kampanye kreatif yang bisa meraih simpati masyarakat. Sekaligus sebagai sarana menekan penularan virus corona.

Ia juga menyarankan agar kandidat bisa membagi-bagikan alat peraga kampanye berupa masker hingga hand sanitizer untuk meraih simpati masyarakat. "Masker ini lagi ngetren. Misalnya bisa ditulis pilih nomor 1 nomor 2. Lalu membagi-bagikan hand sanitizer," pungkasnya.

Seperti yang telah diketahui, pemungutan suara Pilkada 2020 akan dilakukan pada 9 Desember mendatang di 270 daerah. Dilanjut dengan pemungutan suara secara berjenjang di tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait