Tak Ada Akses Internet, Siswa-Guru di NTT Belajar Tatap Muka di Bawah Pohon
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Selain karena tidak adanya akses internet, adanya larangan pembelajaran di ruang kelas juga menjadi alasan mengapa mereka melakukan KBM di ruang terbuka seperti di bawah pohon.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang menyebar ke Indonesia ikut berdampak pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan untuk melakukan KBM secara daring di tengah pandemi ini.

Yang mana, pembelajaran secara daring ini sangat memerlukan akses internet. Namun sayangnya, tak semua wilayah Indonesia telah terjangkau akses internet.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Inpres Kolisia, Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak adanya akses internet di wilayah tersebut tidak memungkinkan KBM dilakukan secara daring.

Alhasil, para guru dan siswa pun terpaksa harus menggelar KBM di bawah pohon. Selain karena tidak adanya akses internet, adanya larangan KBM di ruang kelas juga menjadi alasan mengapa mereka melakukannya di bawah pohon. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh guru Sekolah Dasar Inpres Kolisia, Elisabeth Rensiana.


"Di sini tidak ada internet, jadi proses belajar tatap muka tetap dilaksanakan oleh pihak sekolah," kata Elisabeth dilansir Antara, Minggu (9.8). "Tetapi karena belajar di gedung sekolah dilarang jadi belajar tatap muka dilakukan di luar gedung bisa di bawah pohon atau ruang terbuka lainnya."

KBM di ruang terbuka tidak hanya dilakukan di satu titik lokasi namun beberapa. Sehingga guru akan mendatangi lokasi tersebut dan siswa perlu menuju lokasi sesuai yang ditentukan.

Namun tentu saja KBM di luar ruangan ini bukan tanpa kendala. Elisabeth mengatakan adanya hambatan terkait sarana dan prasarana seperti papan tulis. Sehingga kegiatan belajar menjadi kurang maksimal.

"Di samping itu juga kalau di luar gedung tidak papan tulis sehingga tidak maksimal sama sekali," kata dia melanjutkan. "Kemudian juga pemahaman anak-anak sangat kurang karena memang fasilitas tidak memadai sama sekali."

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka Mayella Da Cunha mengakui jika memang ada sejumlah sekolah yang belum memiliki akses internet. "Tetapi kami sudah terapkan belajar luring, yakni dengan cara menggunakan radio dan sistem belajar luring dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts