Ini Kata Wagub DKI Soal Jakarta Jadi Zona Hitam Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Viral peta sebaran virus corona tunjukkan Jakarta jadi zona hitam penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria langsung beri jawaban.

WowKeren - Baru-baru ini beredar isu di media sosial yang menyebutkan jika Provinsi DKI Jakarta telah menjadi zona hitam penyebaran virus corona (COVID-19). Isu ini muncul dari video berisi peta sebaran virus corona di Jakarta yang menjadi viral.

Dalam video tersebut, tertera logo Badan Intelijen Negara (BIN). Terlihat bagaimana peta penyebaran virus corona di Jakarta terlihat berwarna hitam. Mendengar hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria langsung buka suara.

Riza secara tegas membantah jika wilayah yang dipimpinnya saat ini telah berubah menjadi zona hitam COVID-19. “Tidak ada zona hitam,” tegas Riza seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (12/8).

Meski demikian, Riza membenarkan jika kasus virus corona di ibu kota hingga saat ini masih sangat tinggi. Namun, hal tersebut tidak berarti jika Jakarta menjadi zona hitam COVID-19.

Riza menjelaskan jika pihaknya terus menggalakkan testing yang cepat dan masif. Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, sudah dilakukan swab test PCR terhadap 469.582 orang.


Itu artinya, rasio tes PCR di Jakarta per 1 juta penduduk sebanyak 44.113. Adapun dalam sepekan terakhir yaitu dari tanggal 4 hingga 11 Agustus, masyarakat Jakarta yang sudah dites PCR mencapai 44.667 orang. Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus corona di ibu kota.

”Angkanya penyebarannya tinggi karena tes kita kan banyak luar biasa per hari 5 ribu sampai 10 ribu,” jelas Riza. “Ya justru baik memperbanyak testing. Supaya kita bisa menyelesaikan masalah. Kita identifikasi masalah, solusinya dengan testing.”

Sejauh ini, wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona di Provinsi DKI ada di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu berada di kategori risiko sedang penyebaran COVID-19.

Riza menyatakan jika Pemprov DKI masih akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi untuk kali keempat. Seperti yang diketahui, PSBB Transisi saat ini sudah masuk untuk ketiga kalinya dan akan berakhir pada Kamis (13/8) besok.

PSBB Transisi ini masih akan terus diterapkan menurut Riza karena kasus COVID-19 di DKI cukup tinggi. “Kasusnya belum membaik, ya kan, masih ada virusnya. Tapi kan tidak parah, Jakarta kan angka kematiannya masih 3,7 persen,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts