Mulai Uji Vaksin COVID-19, Erick Thohir Sebut Banyak Negara Kaget dengan Capaian RI
Instagram/erickthohir
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Erick Thohir berharap uji coba massal vaksin Sinovac akan berjalan sukses. Jika berjalan sesuai rencana, maka imunisasi massal bisa dilakukan maksimal Februari 2021.

WowKeren - Indonesia telah memulai uji coba klinis tahap 3 vaksin COVID-19. Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyebut, Indonesia sebagai salah satu negara yang melakukan uji perdana vaksin yang cukup cepat.

Padahal selama ini menurutnya, tak sedikit media berita luar yang memberitakan kondisi Indonesia seakan-akan tidak berdaya menghadapi COVID-19. "Selama ini kadang-kadang pemberitaan di media-media luar, itu seakan-akan kita tidak berdaya kepada COVID-19," ujar Erick di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).

Sehingga ia menyebut banyak negara lain yang terkejut mendengar Indonesia segera melangsungkan uji klinis rapid test. Sementara itu, pemerintah beserta jajaran TNI dan Polri juga selalu memastikan agar tidak terjadi antrean rumah sakit.

Ia berharap jika uji coba massal vaksin Sinovac ini akan berjalan sukses untuk 1.620 relawan. Jika berjalan sesuai rencana, maka imunisasi massal segera bisa dilakukan maksimal Februari tahun 2021.


"Tentu kita harapkan dengan uji vaksin perdana untuk 1.620 relawan," tutur Erick melanjutkan. "Nanti kalau ini semua berjalan baik dan sukses sehingga imunisasi massal pada Januari atau Februari paling telat, kita bisa lakukan untuk bangsa kita."

Terkait status vaksin yang akan diuji coba, ia memastikan sudah halal. Bahkan proses uji klinis tahap perdana beberapa waktu lalu juga dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyaksikan secara langsung. Ia yakin jika Indonesia tidak ketinggalan dari negara lain.

"Alhamdulillah, ini aman dan dipastikan halal. Makanya, pada uji perdana pihak MUI hadir untuk melihat bagaimana proses daripada vaksin perdana ini," sambungnya. "Jadi insya Allah kita bisa kasih lihat kepada bangsa lain, kita tidak ketinggalan."

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjajaran, Prof Kusnandi Rusmil menegaskan tak ada istilah gagal dalam uji klinis vaksin. Sebab saat ini sudah masuk tahap III uji klinis, yang semestinya tak menimbulkan efek samping.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts