Dinilai Prioritaskan Siswa di Pulau Jawa, Ini Kata Kemendikbud Soal Pembagian Subsidi Kuota
Getty Images
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjawab kritikan Komisi X DPR RI terkait penyaluran subsidi kuota untuk siswa dan guru yang dinilai tak merata di Indonesia.

WowKeren - Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi kuota untuk para siswa dan guru kembali menuai kritikan. Kali ini, kritikan yang datang dari Komisi X DPR RI terkait penyaluran subsidi kuota yang tak merata di Indonesia.

Mereka mengatakan jika terjadi kesenjangan penyaluran subsidi kuota antara Pulau Jawa dan bagian Indonesia lainnya. Sebanyak 61 persen peserta didik yang menerima kuota berada di enam provinsi di Jawa.

Menanggapi kritikan tersebut, Kemendikbud mengatakan jika penerima subsidi kuota internet mayoritas berada di provinsi di Jawa karena siswa dan guru memang lebih banyak ada di wilayah tersebut. "Berdasarkan data yang ada di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), provinsi (di) Jawa tercatat memiliki lebih dari 26 juta siswa atau 54 persen dari total siswa," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemendikbud Evy Mulyani dilansir CNNIndonesia, Sabtu (3/10).

Hal serupa juga ditemukan pada proporsi guru. Setidaknya ada 1,4 juta guru atau 49 persen dari jumlah keseluruhan guru yang berasal dari provinsi di Pulau Jawa.


Menurutnya, ini menjelaskan alasan pendidik penerima kuota di Jawa mendominasi dengan 54 persen dari jumlah total. Ia menambahkan jika pihaknya telah memberikan subsidi kuota berdasarkan data yang tercatat pada Data Pokok Pendidikan dan Pangkalan Data dan Pendidikan Tinggi.

Evy menampik dominasi penerima di wilayah tertentu karena ketimpangan sasaran. "Kemendikbud menyalurkan bantuan kuota data internet sesuai dengan jumlah penerima yang terdaftar dalam Dapodik dan PDDikti, sebagaimana didaftarkan oleh satuan pendidikan. Tidak ada dominasi wilayah tertentu," tepisnya.

Berdasarkan data Kemendikbud, enam provinsi di Jawa mendominasi 16.424.143 dari 26.623.776 peserta didik penerima kuota. Juga tercatat 853.806 pendidik yang berada di Jawa, dari total 1.553.090 pendidik penerima kuota.

Data tersebut menunjukkan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten mendapati lebih dari sejuta peserta didik penerima kuota, ditambah satu provinsi di luar Jawa, yakni Sumatera Utara. Sedangkan provinsi seperti Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Kalimantan Utara mencatat tidak sampai 100 ribu peserta didik penerima bantuan kuota.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts