Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai jika usulan penggantian nama tersebut sah-sah saja dilakukan. Ia kemudian mencontohkan terbentuknya Provinsi Gorontalo di Sulawesi
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:50 WIB
WowKeren - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad memberi tanggapan positif terkait usulan penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda yang disampaikan oleh sejumlah tokoh. Menurutnya, pergantian nama ini harus dilakukan secara terbuka.
"Apa yang dilakukan para tokoh dan masyarakat Sunda tersebut harus dilakukan secara terbuka, jangan underground," kata Fadel dilansir Antara, Selasa (13/10). "Tinggal mengatur strateginya saja."
Menurutnya, sudah menjadi tugas MPR untuk menampung aspirasi rakyat. Nantinya, aspirasi dari para tokoh ini akan disampaikan kepada Presiden. Penggantian nama Jawa Barat menjadi Sunda akan membawa dampak positif.
"Aspirasi mengganti nama Jawa Barat dengan Sunda merupakan semangat baru," kata Fadel. "Demikian akan muncul budaya daerah sehingga tidak hilang ditelan waktu."
Lebih jauh, ia menilai jika usulan penggantian nama tersebut sah-sah saja dilakukan. Seperti ketika anggota MPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengusulkan nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Minangkabau beberapa waktu lalu.
"Harus ada yang berani memelopori dan berani memulai," kata dia. "Seperti yang dilakukan oleh Fadli Zon dengan mengusulkan mengganti nama Sumatra Barat dengan Minangkabau.
Jika memang para tokoh berniat mengganti nama provinsi, ia menyarankan untuk memikirkan strategi yang harus dilakukan. Ia kemudian mencontohkan terbentuknya Provinsi Gorontalo di Sulawesi.
Sebelum disepakati, ada yang mengusulkan pemekaran provinsi dari Sulawesi Utara itu dengan Provinsi Sulawesi Utara Barat. Namun, dirinya bersikukuh nama yang tepat disematkan kepada provinsi yang baru adalah Gorontalo.
"Semua provinsi yang ada di Pulau Sulawesi menggunakan nama Sulawesi kecuali Gorontalo," jelasnya. "Sejarah nama Provinsi Banten sama dengan Gorontalo."
Senada, anggota MPR dari Kelompok DPD Eni Sumarni yang juga merupakan wakil Jawa Barat di DPD, mendukung usulan tersebut. "Nama Sunda dari dulu ada di peta dunia, saya khawatir bila nama ini tidak digunakan, Sunda bisa tergerus dan semakin menghilang," ujarnya masih dilansir Antara.
(wk/zodi)