BMKG Ungkap Penyebab Meningkatnya Gempa Bumi di RI, Terkait Potensi Tsunami?
Nasional

Indonesia terletak pada zona gempa bumi yang tersebar dari sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, hingga Papua. Sehingga tak heran jika banyak aktivitas gempa

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berbicara mengenai aktivitas gempa bumi yang meningkat di Tanah Air. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebut jika meningkatnya gempa bumi akhir-akhir ini terkait dengan sumbangsih gempa Palu dan Lombok pada 2018 lalu.

Bukan tanpa alasan, gempa susulan di Lombok bahkan terjadi hingga lebih dari 3.000 kali. Sedangkan di Palu, ada 2.500 gempa susulan yang diikuti dengan likuifaksi.

"Intinya dua gempa tersebut juga memberikan penambahan yang signifikan," kata Rahmat dilansir CNN Indonesia, Rabu (14/10). Terkait gempa Palu, gempa susulan bahkan terus terjadi hingga tahun 2019.

Hal ini membuat akumulasi gempa di tahun tersebut juga meningkat. Kendati demikian, Rahmat menyebut jika gempa bumi yang intens terjadi merupakan hal yang wajar. Hal itu mengingat sifat gempa yang berulang.

Selain itu, perlu diingat jika Indonesia terletak pada zona gempa bumi. Zona ini tersebar dari sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, hingga Papua. Sehingga tak heran jika banyak aktivitas gempa yang terdeteksi.


"Kalau di situ sudah jelas, di situ lah boleh bilang pasti terjadi gempa, ya pasti," jelas Rahmat. "Karena di situ sumber gempa, sumber pertemuan lempeng."

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap jika jumlah gempa mengalami lonjakan selama 2-3 tahun terakhir. Senada, Rahmat pun membenarkan hal ini. "Memang ada kenaikan yang signifikan mulai 2018-2019," ujarnya.

Lebih jauh, Rahmat mengatakan jika aktivitas gempa bumi yang meningkat tidak berkaitan dengan tsunami. Tsunami hanya akan terjadi jika magnitudonya besar dan adanya deformasi atau robekan dasar laut, serta patahan yang cukup panjang.

"Tidak ada kaitannya jika jumlah gempanya besar berpotensi tsunami," ujar Rahmat. Gempa yang berkekuatan kurang dari 7 magnitudo pada umumnya tidak memicu tsunami.

Rahmat mengimbau agar masyarakat tidak panik terkait informasi gempa bumi. "Tinggal secara bijak harus menyikapinya secara bijak," ujarnya."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait