Dianggap Jarang Tampil Hingga 'Terlupakan', Wapres Ma'ruf Amin Bilang Begini
Nasional

Jurnalis Najwa Shihab juga sempat membahas soal persepsi publik yang menilai Wapres Ma'ruf Amin tidak terlalu menonjol dalam duetnya dengan Presiden Jokowi.

WowKeren - Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah genap satu tahun memimpin Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu. Dalam satu tahun terakhir ini, Wapres Ma'ruf rupanya dinilai "irit" tampil ke hadapan publik dan buka suara. Menanggapi anggapan tersebut, Wapres Ma'ruf pun akhirnya buka suara.

Menurut Ma'ruf, tugas seorang Wapres adalah membantu Presiden dalam semua kegiatan yang menjadi prioritas. Namun tidak hanya menjadi pembantu Presiden saja, Ma'ruf juga memiliki sejumlah tugas yang dikhususkan untuk dirinya, seperti reformasi birokrasi hingga pembangunan Papua.

Ma'ruf juga tidak mempersoalkan apabila dianggap sebagai Wapres yang jarang muncul di hadapan publik. "Saya kira tidak masalah, boleh saja. Karena yang diukur dan dilihat publik yaitu statement-statement. Maka hasilnya seperti itu," tutur Ma'ruf dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab pada Kamis (22/10).

Menurut Ma'ruf, sebagai Wapres dirinya bertugas untuk membantu Jokowi dengan mengkoordinasikan Sidang Kabinet hingga Rapat Terbatas. "Itu rapat koordinasi kan tidak perlu di-statement-kan. Tapi bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Karena itu, yang banyak memberikan statement adalah Presiden," terang Ma'ruf.


Selaku pewawancara, Najwa lantas membahas soal persepsi publik yang menilai Ma'ruf tidak terlalu menonjol dalam duetnya dengan Jokowi. "Persepsi yang kemudian muncul karena mungkin membandingkan dengan periode yang lalu. Dengan Wapres terdahulu, atau situasi terdahulu. Apakah bapak menangkap ada suara-suara yang kerap kali menanyakan 'kemana ini pak Wapres?'," tanya Najwa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ma'ruf pun menilai bahwa kebanyakan pihak menilai kerja atau tidak kerja hanya dari banyaknya statement yang diberikan ke publik. Padahal, tutur Ma'ruf, tidak semua pekerjaan harus di-statement-kan kepada publik.

"Tapi dikerjakan, memberikan bantuan, support, memberikan solusi, pandangan-pandangan yang kemudian menjadi satu kebijakan bersama," ungkap Ma'ruf. "Menurut saya, sementara orang melihatnya dari banyaknya statement, saya itu memang kan tidak begitu banyak statement. Saya berprinsip ada yang harus di- statement-kan, ada yang harus dikerjakan tidak perlu di-statement-kan. Saya kira itu persepsi saja."

Ma'ruf juga memberi tanggapan santai kala disinggung soal momen-momen ketika Presiden Jokowi hampir lupa akan keberadaanya dalam beberapa acara. Menurut Ma'ruf, hal tersebut manusiawi.

"Lupa itu manusiawi. Orang kalau lagi tegang menghadapi situasi kan boleh lupa. Sama istri saja saya suka lupa, kalau lagi situasi tegang," pungkas Ma'ruf. "Jadi soal lupa itu kan tidak berarti, dan beliau sangat menghormati saya. Bahkan terkadang kalau jalan beliau mempersilakan saya lebih dulu."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait