Terungkap Penyebab 'Sepele' Ledakan Wabah Corona di Perkantoran
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satgas Doni Monardo mengungkap alasan di balik ledakan kasus COVID-19 di lingkup perkantoran. Klaster perkantoran pun menjadi salah satu penyumbang kasus positif terbanyak di Indonesia.

WowKeren - Salah satu klaster penyebaran wabah COVID-19 adalah perkantoran. Dan belakangan terungkap apa penyebab klaster perkantoran bisa begitu "meledak" dengan korban terbanyak malah mereka yang taat memakai masker.

Jawaban atas pertanyaan itu diungkap oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Jenderal TNI itu menyebut kebanyakan mereka tertular dan menularkan COVID-19 di perkantoran ketika makan sembari mengobrol bersama, yang tentu saja dilakukan tanpa perlindungan masker.

Awalnya Doni menyoroti pasien COVID-19 yang tertular di kantor adalah yang disiplin mengenakan masker. "Setelah diwawancarai adalah orang orang yang disiplin, 90 persen lebih adalah pengguna masker, mulai dari pagi-sore pasti pakai masker," terang Doni, Rabu (21/10).

Satgas pun mengaitkan ledakan wabah COVID-19 dengan dua kemungkinan. Yang pertama mereka tidak menggunakan masker dengan benar, atau kemungkinan kedua tertular karena melepas masker ketika makan bersama.


"Dan ternyata yang paling banyak itu adalah saat makan," tutur Doni, dilansir dari Kumparan, Kamis (22/10). "Jaga jarak tidak diatur, ketika makan bersenda gurau, ini terjadi proses penularan lewat aerosol."

Oleh karenanya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga meminta masyarakat pekerja kantoran juga melaksanakan protokol 3M dengan baik. Selama vaksin dan obat belum tersedia, maka kedisiplinan menerapkan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, pemakaian masker, serta menjaga jarak aman merupakan "vaksin" paling mujarab.

Pada kesempatan yang sama, Doni juga meminta masyarakat mengubah mindset, yakni sudah tidak ada lagi tempat yang aman dari COVID-19. Sebab terbukti ada sekian persen pasien yang positif COVID-19 meski terus di rumah, dan belakangan terungkap tertular dari anggota keluarga yang beraktivitas di luar.

"(Sekitar) 7 persen mereka yang disurvei di Wisma Atlet, mereka tidak pernah keluar rumah, ternyata kena Corona," bebernya. "Dalam kondisi pandemi ini, sudah tidak ada lagi tempat yang betul-betul aman, amannya ketika kita disiplin."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts