Gubernur Ganjar mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Kendati demikian, ia menyebut masih belum ada komunikasi dengan pihak Tesla maupun pemerintah pusat
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:55 WIB
WowKeren - Salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla, dikabarkan tengah menjajaki pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Perusahaan besutan Elon Musk tersebut dikabarkan tengah diarahkan pemerintah RI untuk membangun pabriknya di kawasan Batang, Jawa Tengah.
Terkait hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun ikut buka suara. Ia mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Kendati demikian, ia menyebut jika hingga kini masih belum ada komunikasi dengan pihak Tesla maupun pemerintah pusat.
Selain itu, kawasan industri terpadu Batang saat ini masih dalam proses pembangunan. Jika memang akan ada perusahaan yang hendak membangun pabrik di sini maka koordinasi akan dilakukan melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Batang masih berproses," kata Ganjar dilansir CNBC Indonesia, Kamis (22/10). "Jadi soal yang mau masuk untuk sementara koordinasinya via Pak Bahlil (Kepala BKPM). Belum sampai ke Pemprov (komunikasi soal Tesla)."
Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sempat berkunjung ke Batang belum lama ini. Ia mengungkap soal persiapan Batang sebagai salah satu tempat produksi pabrik baterai. Kendati demikian, ia belum merespons kabar terkait Tesla ini.
Terkait rencana kerja sama dengan Tesla ini, sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang sempat memberikan sedikit bocoran. ia menyebut jika rencana tersebut saat ini masih dalam proses pembicaraan. "On going discussion, arahnya ke sana (Batang)," kata Agus masih dilansir CNBC Indonesia.
Presiden Joko Widodo alias Jokowi memang sempat mengajak para investor dunia untuk mengembangkan baterai mobil listrik di nusantara. Saat menjadi pembicara kunci pada forum Abu Dhabi Suistainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi pada Januari 2020 lalu, Kepala Negara menyampaikan jika Indonesia turut berkontribusi dalam terhadap masa depan energi.
Dalam hal ini adalah memasok nikel kepada dunia. Ia meyakini, jika elektrifikasi sistem transportasi seperti transisi ke kendaraan listrik akan meningkatkan kebutuhan baterai lithium-ion dan nikel di masa depan.
(wk/zodi)