PNS Di Jabar Dilarang Nabung Oleh Ridwan Kamil Selama Pandemi, Kenapa?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jabar untuk menabung uang mereka selama pandemi virus corona (COVID-19). Apa alasannya?

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru-baru ini memberikan pernyataan yang mengejutkan. Pasalnya, ia melarang aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di Jabar untuk menabung uang mereka selama pandemi virus corona.

Sebagai gantinya, Ridwan Kamil justru mendorong para PNS untuk terus membelanjakan uang mereka. Cara itu dinilai oleh Ridwan Kamil dapat membantu menggerakkan perekonomian rakyat yang tengah terpuruk akibat pandemi.

”Saya perintahkan ASN segera belanja, jangan banyak ditabung dulu,” imbau Ridwan Kamil seperti dilansir dari CNNIndonesia di Jakarta, Jumat (23/10). “Tugas pemerintah yang dananya lancar, menggunakan penghasilan sebanyak-banyaknya di daerah masing-masing.”

Mantan Wali Kota Bandung ini lantas membeberkan cara untuk membuat perekonomian Indonesia kembali pulih. Menurutnya, ada empat cara yang bisa menyelamatkan ekonomi masyarakat dari pandemi COVID-19.


Cara pertama adalah dengan meningkatkan investasi. Ia memuji Jabar yang tetap menorehkan prestasi terkait investasi selama pandemi virus corona. Hal ini dilihat dari catatan investasi di Jabar pada semester I yang mencapai Rp60 triliun.

Lalu cara kedua adalah meningkatkan aktivitas ekspor di Indonesia. Serupa dengan investasi, Ridwan Kamil juga mengaku puas dengan aktivitas ekspor di wilayah pemerintahannya yang telah mencapai Rp150 triliun.

Selanjutnya, cara ketiga adalah dengan meningkatkan nilai belanja pemerintah hingga jor-joran agar peredaran uang terus lancar. Kemudian cara terakhir adalah berusaha meningkatkan daya beli masyarakat, dimana dalam hal ini masyarakat diminta sebisa mungkin untuk tidak menabung dan membelanjakan uang mereka.

Lebih lanjut Ridwan Kamil juga turut membeberkan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam menggerakkan roda perekonomian rakyat. Program ini berupa pemberian subsidi hingga bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Jabar.

”Untuk menengah ke bawah ada subsidi dan bansos tunai. Sehingga, terjadi pergerakan dana bansos dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Ridwan Kamil. “Menengah atas tidak belanja karena menabung, kita kampanyekan agar mereka spending.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts