Hanya Butuh Embusan Napas, Tes COVID-19 Dengan 'GeNose' UGM Cuma Dipatok Rp 400
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkap alat 'GeNose' buatan UGM mampu mendeteksi COVID-19 hanya lewat embusan napas dan biayanya juga sangat ringan, yakni Rp 400.

WowKeren - Universitas Gadjah Mada membuat terobosan dengan membuat alat pendeteksi COVID-19 bertajuk "GeNose". Pasalnya alat ini bisa mendeteksi keberadaan virus Corona hanya lewat embusan napas yang bersangkutan.

Dan belakangan GeNose makin mencuri perhatian lantaran biaya yang ditaksir bakal lebih terjangkau. Diungkap oleh Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, harga alat deteksi ini jauh lebih murah ketimbang "rekan-rekannya" yakni di kisaran Rp 40 juta.

"Bisa dipakai (sampai) 100 ribu pengujian dengan hasil di kisaran 2 menit," terang Bambang dalam Konferensi Internasional Hukum dan HAM, Senin (26/10). Sehingga bila dibagi dengan jumlah tes yang bisa dilakukan, biaya pemeriksaan dengan alat deteksi ini hanya di kisaran Rp 400 per sampel.

Saat ini sendiri GeNose sedang menjalani uji diagnostik di 9 rumah sakit di Indonesia. Harapannya, jika sampai dinyatakan lolos uji, diharapkan alat ini bisa dipakai secara massal di sektor industri, perkantoran, atau bisnis lain.


Dengan demikian perusahaan dapat dengan mandiri memeriksa karyawannya yang terindikasi sakit. "Jika dites hasil aman silakan (masuk kantor). Jika tidak, jangan kerja," kata Bambang, dikutip dari Kontan, Selasa (27/10).

GeNose sendiri menarget sensitivitas alatnya dalam mendeteksi virus Corona ada di kisaran 97 persen. Harapannya GeNose bisa lolos uji diagnostik pada Desember 2020 sehingga bisa segera diproduksi dalam jumlah banyak dan disebar ke berbagai sektor masyarakat.

Sebagai informasi, alat bertajuk GeNose ini bisa mendeteksi virus hanya lewat embusan napas pasien yang bersangkutan. Waktu pemeriksaannya pun cenderung singkat, yakni di kisaran 80 detik sampai dua menit (120 detik).

Alat ini akan mendeteksi virus melalui norofaring yang bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC), di mana VOC diprediksi berasal dari metabolisme virus," kata dr. Dian Kesumapramudya Nurputra Sp.A, MSc, Ph.D, salah satu peneliti GeNose dalam acara 'Kick Off Penelitian Uji Diagnostik GeNose' di RSIP Dr. Sardjito, Senin (26/10). Embusan napas pasien yang akan diperiksa dimasukkan ke kantung udara untuk kemudian dideteksi oleh sensor GeNose.

Identifikasi sensor-sensor ini kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI). Hasil yang muncul berupa kode di mana akan mendeteksi negatif dan positif hanya dalam waktu beberapa menit.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts