Mahfud Ungkap Alasan Gatot Nurmantyo Diberi Penghargaan Bintang Mahaputera
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah tidak berupaya 'membungkam' Gatot dengan pemberian penghargaan ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputera kepada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Rencananya, penghargaan tersebut akan diberikan pada 11 November 2020 mendatang, sehari setelah peringatan Hari Pahlawan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD lantas menjelaskan bahwa pemberian tanda bintang kehormatan kepada Gatot sama halnya dengan pemberian kepada Menteri lain. Menurut Mahfud, semua pihak yang pernah masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan hingga satu periode umumnya mendapat penghargaan ini, termasuk Kapolri dan Panglima TNI.

"Gatot Nurmantyo itu pernah jadi panglima [TNI]. Panglima itu adalah anggota kabinet," jelas Mahfud dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (6/11). "Semua anggota kabinet yang mendapat tugas di pemerintahan sampai satu periode selesai itu mendapat Bintang Mahaputera Adipradana."


Lebih lanjut, Mahfud juga menjelaskan bahwa Kapolri, Panglima, begitu pun Kepala Staf dari tiga matra TNI, berhak mendapat Bintang Mahaputera meskipun tak satu periode berada di kabinet menduduki jabatannya. "Kenapa? Karena jabatan Panglima TNI dan Kapolri ini ada periodenya, Presiden mau dipasang, selesai diberhentikan, gitu aja. Oleh sebab itu, Gatot itu termasuk dalam anggota kabinetnya Pak Jokowi yang belum mendapat," tutur Mahfud.

Mahfud lantas mengungkapkan ada sekitar 30 orang mantan pembantu Presiden lain yang belum mendapatkan Bintang Mahaputera selain Gatot. Beberapa di antaranya adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hingga Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi [c=Luhut Binsar Pandjaitan.

"Yang akan mendapatkannya banyak ada 30 orang lebihlah: Ada Susi Pudjiastuti, itu kan orang kritis kan juga tetap dapat," ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut. "Ada Retno Marsudi, kemudian Luhut Pandjaitan, dan beberapa Menteri yang sudah selesai tapi belum pernah mendapat itu nanti akan diberikan tanggal 11 (November)."

Oleh sebab itu, Mahfud menegaskan bahwa tidak pernah ada upaya untuk "membungkam" Gatot yang kritis terhadap pemerintah dengan pemberian penghargaan ini. "Ndak aneh, karena dia anggota kabinet dan bersama yang lain," pungkas Mahfud.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait